Merasa Aman, Berniat Kirim Tim untuk Bertanding di DBL Arena

21 Juli 2009


Ketika DBL Australia Nonton Pembukaan DBL Indonesia di Surabaya

Ya, ada DBL di Australia. Bukan, bukan DBL yang sama dengan di Indonesia, yang dirintis di Surabaya. Yang dimaksud adalah Darwin Basketball League, yang dikelola oleh Darwin Basketball Association (DBA) di Kota Darwin, negara bagian Northern Territory.

Akhir pekan lalu, dua petinggi DBA datang ke Surabaya, khusus untuk menonton pembukaan Honda DetEksi Basketball League (DBL) East Java 2009, di DBL Arena Surabaya.

Allan Hilzinger (executive officer) dan Don Sheppard (development manager) datang karena penasaran dengan apa yang mereka dengar dan lihat tentang kompetisi basket pelajar ini di internet.

Sheppard, 54, merupakan tokoh basket senior yang cukup dikenal di Negeri Kanguru. Dia pernah menjadi pelatih pribadi dari Luc Longley, mantan bintang basket Australia yang ngetop ketika bermain di NBA, tergabung di Chicago Bulls bersama Michael Jordan.

Sheppard mendengar tentang DBL dari rekan-rekannya di negara bagian Western Australia. Pada Oktober tahun lalu, DBL Indonesia memang mengirimkan tim All-Star-nya ke Perth, bertanding di sana.

Penasaran, dia pun mengontak DBL Indonesia, lantas memutuskan untuk melihat dengan mata kepala sendiri seperti apa kehebohan liga ini di Surabaya.

Ketika diajak Sheppard, Hilzinger, 30, mengaku sempat skeptis. “Don bilang ada kompetisi pelajar di Indonesia yang punya penonton lebih dari 100 ribu orang dalam sebulan. Ketika mendengar itu, saya bilang ke dia, jangan-jangan dia salah paham. Tidak mungkin ada liga pelajar seperti itu. Saya tidak yakin basket cukup besar untuk mendapat penonton sebanyak itu,” aku Hilzinger.

Sabtu lalu (18/7), mereka berdua berada di DBL Arena Surabaya, menonton pembukaan Honda DBL East Java 2009. Selama seharian, mereka terus berada di kompleks DBL Arena, mengamati empat pertandingan yang diselenggarakan. Hilzinger bahkan menetap di Surabaya sampai Selasa hari ini (21/8), mengamati kiprah kompetisi ini.

“DBL kompetisi luar biasa. Semua orang saya lihat sangat happy. Penuh semangat, terus menyanyi dan bersorak meski mereka pendukung tim yang kalah. Sangat sportif,” ujar Hilzinger.

Di Australia, lanjut Hilzinger, tidak ada suguhan entertainment atau padatnya penonton seperti di Honda DBL. Oleh sebab itu, mereka berdua kagum dengan mental pemain yang sanggup bertanding ditonton oleh ribuan pendukung,

”Saya lihat kompetisi ini bagus untuk membangun mental pemain. Dengan adanya kompetisi sebesar ini, para pelajar akan merasa so important, karena diperlakukan seperti profesional,” imbuh Sheppard.

Menurut Hilzinger, dari segi postur maupun skill, rata-rata pemain Australia memang masih di atas para pemain di Indonesia. Tapi, Hilzinger mengagumi semangat luar biasa para peserta Honda DBL. 

”Sekarang, teknik atau penguasaan bola pemain Indonesia memang masih kurang. Tapi, saya yakin bisa diperbaiki di DBL. Saya rasa sepuluh tahun mendatang, jika Indonesia bisa mengirimkan pemain ke Olimpiade, itu pasti karena DBL,” ungkap Hilzinger.

Dari pertemuan ini, Hilzinger dan Sheppard merasa tertarik untuk mempertemukan para pemain Darwin dengan DBL. Setiap tahun, mereka memang mengirimkan ratusan pemain ke luar negeri. Mulai dari U-13 hingga yang senior.

Tahun lalu, mereka bertanding di Tiongkok. Awal Juli lalu, mereka mengirimkan hampir 90 pemain ke Vietnam. Setelah merasakan atmosfer basket di DBL Arena, mereka menjadi ingin mengirimkan pemain tahun depan ke Indonesia. Khususnya ke Surabaya.

Memang, ada kekhawatiran tentang keamanan. Apalagi setelah pengeboman di Jakarta Jumat pekan lalu (17/7). Tapi, keduanya mendapat kesan luar biasa selama di Surabaya. Sheppard sudah pernah beberapa kali ke Indonesia (Jakarta atau Bali), tapi belum pernah ke Kota Pahlawan. “Ini kota paling bersih dan tertib di Indonesia, dan orangnya ramah-ramah,” kata Sheppard.

Setelah melihat DBL, lanjut Hilzinger, mereka mengaku tak khawatir untuk mendatangkan ratusan pemain, putra dan putri, untuk bertanding melawan pemain-pemain DBL di Surabaya.

”Kami rasa DBL adalah partner yang tepat untuk pertandingan internasional tim kami. Tahun depan adalah kesempatan yang bagus untuk mendatangkan pemain kami ke Indonesia, ke DBL,” tandas Sheppard.

Menanggapi ini, pihak DBL Indonesia mengaku bangga. “Kami memang makin banyak mendapat ajakan kerja sama dari pihak internasional. Semoga saja ini bisa terwujud. Kami pun kelak ingin mengirim tim ke Darwin,” kata Azrul Ananda, commissioner DBL.

Don Sheppard sendiri berencana kembali ke Surabaya dalam waktu dekat ini. Dia sangat penasaran menonton final Honda DBL East Java 2009, pada 15 Agustus nanti. Apalagi, setelah itu langsung diselenggarakan Indonesia Development Camp 2009, even kerja sama NBA dan DBL. 

Di camp tersebut, dijadwalkan hadir Kevin Martin, bintang Sacramento Kings, bersama dua orang asisten pelatih NBA. Mereka akan memberi materi latihan kepada para pemain pelajar pilihan DBL Indonesia.

Bahkan, Sheppard berencana mengajak dua anaknya, Tamara (15) dan Jared (18), ke Surabaya. “Tamara adalah salah satu pemain muda terbaik di Australia,” ujar Sheppard bangga.

Kalau kita mengakses situs basket di Australia, kita bisa melihat betapa hebatnya Tamara Sheppard. Saat ini, dia tercatat sebagai pencetak poin nomor satu kategori U-16 di seluruh Australia. Bukan hanya itu, dia juga nomor empat dalam hal rebound, plus delapan besar dalam hal assist dan steal. Tidak ketinggalan, peringkat 13 untuk blok.

“Dia (Tamara, Red) akan senang sekali bisa melihat pertandingan dan kehebohan DBL di Indonesia,” pungkasnya.

Rutin nonton GlobalTV untuk pelajari situasi pertandingan


 Rangkaian kompetisi Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2009 bakal segera beranjak ke Samarinda. Di ibukota provinsi Kalimantan Timur itu, Honda DBL Kaltim Post 2009 akan diadakan untuk kali pertama. Tentu saja, banyak penggemar basket di kota itu yang penasaran dengan kompetisi yang tahun ini diselenggarakan di 16 kota di Indonesia tersebut. Begitu pula dengan para peserta.

Rasa penasaran itu diwujudkan dalam bentuk semangat untuk mengikuti kompetisi. Salah satunya, seperti ditunjukkan oleh tim basket SMAN 5 Balikpapan. Karena belum pernah mengetahui suasana pertandingan Honda DBL, tim tersebut berusaha mendapatkan segala informasi yang bisa membantuk mereka untuk lebih mengenal kompetisi tersebut.

Bagaimana caranya? Tim SMAN 5 memanfaatkan pemberitaan mengenai Honda DBL. Salah satunya, program Honda DBL Movement yang tayang di Global TV tiap Sabtu pukul 15.00 WIB (Pukul 16.00 WITA). Program tersebut menayangkan cuplikan kompetisi Honda DBL 2009 dari kota-kota tempat penyelenggaraan. Dalam setiap episode, kota yang ditampilkan berbeda.  

Setiap Sabtu, sebelum jam menunjukkan pukul 16.00 WITA, para pemain SMAN 5, terutama tim putra, sudah duduk manis di depan televisi masing-masing. ”Pokoknya begitu jam 4 sore, aku langsung duduk di depan TV, nunggu program Honda DBL Movement. Kadang pas nunggu gitu, suka otomatis SMS ke temen-temen.

Nah, lucunya, temen-temenku juga banyak yang sama. Kirim-kirim SMS gitu, mengingatkan untuk nonton Honda DBL di TV. Jadi, tiap Sabtu di ponselku pasti numpuk-numpuk SMS yang mengingatkan untuk nonton Honda DBL Movement, hehehe,” ujar Sulaiman Nur Rizky, guard tim putra.SMAN 5 Balikpapan. 

Setelah menonton aksi tim-tim dari berbagai kota, keesokan harinya di sekolah mereka pasti mendiskusikan tiap pertandingan yang ditayangkan. Dari tayangan itulah mereka mendapatkan gambaran tentang berbagai karakteristik permainan tim dari luar kota, serta suasana pertandingan Honda DBL.

”Dari situ jadi tahu kalau Honda DBL tuh seru dan ramai banget. Dari lihat potongan-potongan adegannya aja lho. Kami jadi tambah semangat karena bisa ikutan di event yang bergengsi banget kaya Honda DBL ini,” katanya menambahkan.

Semangat tinggi juga ditunjukkan oleh tim basket dari SMA Katolik Wr. Soepratman, Samarinda. Kapten tim putra sekolah itu, Irwan Wongkojoyo, selalu update info terbaru lewat situs resmi DBL, www.deteksibasketball.com. 

Irwan selalu mengamati cuplikan video dari kota-kota lain tempat diselenggarakannya Honda DBL. ”Rasanya baru pertama kali aku lihat event seheboh ini. Di kota mana aja tetep heboh. Keren pokoknya. Jadi dari video-video itu, kesimpulan pertama ya Honda DBL itu bergengsi banget,” ujarnya.

Dari situs resmi Honda DBL itu pula, Irwan dkk punya satu cita-cita. Impian mereka yakni ingin bisa mengunjungi Surabaya, melihat DBL Arena. “Seneng aja waktu ngelihat gambarnya di website, ada stadion sendiri buat basket. Punya Honda DBL sendiri lagi! Wah, pasti kalau main disana serasa jadi atlet profesional gitu ya?” tanyanya dengan antusias.

Mulai Senin (13/7) kemarin, panitia lokal Honda DBL Kaltim Post 2009 mengadakan roadshow ke beberapa sekolah di Samarinda. Technical meeting di Samarinda baru akan digelar pada 21 Juli mendatang. Sedangkan opening Honda DBL Kaltim Post 2009 akan diselenggarakan pada 24 Juli 2009 di GOR Segiri Samarinda. 

Lagu baru untuk hari pembukaan

18 Juli 2009


Sorak sorai ribuan suporter tampaknya bakal meramaikan Opening Party Honda DetEksi Basketball League (DBL) East Java 2009 hari ini (18/7). Sebab, delapan tim yang tampil dalam empat pertandingan sore nanti sama-sama mengerahkan sebanyak mungkin pendukung.

Adu heboh suporter paling seru, kemungkinan besar bakal terjadi pada game terakhir. Saat tim putra SMAN 9 Surabaya bertemu dengan SMA St. Louis 1 Surabaya. Kedua sekolah dikenal punya barisan siswa yang kompak dan seru dalam memberikan dukungan.Dalam beberapa hari terakhir, kedua tim sama-sama kerja keras menggalang suporter.

“Kami sudah masuk ke kelas-kelas buat promosi datang ke opening besok (hari ini, Red). Kami juga sudah menyiapkan kostum baru dan menciptakan lagu-lagu baru. Kami bakal tampil heboh di opening. Lihat saja nanti,” sesumbar Jessica Putri, sekretaris OSIS SMAN 9 yang bertindak sebagai koordinator Songo Mania (julukan barisan pendukung sekolah tersebut).

Para pemain SMAN 9 ikut bekerja menggalang dukungan. “Aku kan baru kali ini bermain di opening. Sumpah, nervous dan tegang banget. Penonton DBL kan terkenal heboh banget. Kalau dengar sorakan Songo Mania, aku pasti jadi tenang. Makanya, aku ajak semua orang yang aku kenal,” aku Muhammad Zainda Ruud, guard SMAN 9.

Kubu Sinlui, julukan St. Louis 1, berencana datang berombongan dari sekolah ke DBL Arena. Begitu selesai MOS (Masa Orientasi Siswa) sore nanti, baru mereka berangkat.

“Adik-adik kelas satu pengin banget datang mendukung tim basket. Makanya, kami berangkat ke DBL sepulang MOS sambil bawa drum dan alat perkusi lainnya,” ujar Natanael Edwin, koordinator suporter Sinlui.

Menurut rencana, kebanyakan show yang disiapkan panitia juga ditampilkan sebelum pertandingan SMAN 9 versus Sinlui ini. Termasuk pengumuman nama bintang NBA yang bakal hadir di Surabaya, di final Honda DBL East Java 2009.

Meski demikian, bukan berarti tiga pertandingan sebelumnya tidak heboh. SMA Untung Suropati Sidoarjo telah menyiapkan sejumlah bus khusus untuk memboyong para suporter. Hari ini, tim putra Unsur (singkatan Untung Suropati) tampil di laga pertama, melawan SMA Ta’miriyah Surabaya.

“Unsur dipilih tampil di Opening Party termasuk kebanggaan terbesar. Bangga bisa tampil di kompetisi basket pelajar terbesar se-Indonesia. Untuk itu, kami bakal mengerahkan seisi sekolah. Dukungan itu penting, ibarat pilar dalam bangunan,” ujar Nyoman Indra Juarsa, ketua OSIS sekaligus koordinator suporter.

Untuk para suporter ini, penyelenggara memang sudah menyiapkan beberapa penghargaan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ada Supporter Award. Selain itu, ada pula gelar Supporter Terfavorit.

Hari ini, DBL Arena dijadwalkan open gate pukul 14.00 WIB. “Tapi, loket sudah buka sejak pukul 11.00. Penonton baru boleh naik ke tribun pukul 14.00,” jelas Arthur Rusli, ketua 1 Honda DBL East Java 2009 – North Region.

Arthur mengingatkan, penonton anak-anak usia di bawah delapan tahun mendapat fasilitas nonton gratis. Diskon 20 persen diberikan kepada penonton yang bisa menunjukkan STNK motor Honda jenis automatic (Vario atau Beat), bungkus besar permen Relaxa, serta buku tabungan atau kartu ATM BNI.

Dua pertandingan lain hari ini adalah tim putri SMAN 15 versus SMAN 2 Surabaya, juga tim putri SMA Frateran melawan SMA Petra 1 Surabaya.

Target 4000 sprint dalam sepuluh hari

Postur tubuh lebih tinggi boleh jadi milik tim U-16 dari Broome Basketball Association, Australia Barat. Tapi, tim DetEksi Basketball League (DBL) Relaxa U-16 akan mencoba mengatasinya dengan kecepatan dan akurasi shooting.
Karena itu, menghadapi pertandingan ekshibisi internasional pada 8 Agustus nanti, tim DBL Relaxa U-16 pun digembleng dalam hal kecepatan dan shooting. Kemarin (15/7), pola latihan ke arah sana sudah diterapkan dalam latihan di DBL Arena Surabaya.
Latihan kemarin merupakan latihan perdana tim pilihan tersebut setelah lolos seleksi. Latihan pertama ini dibagi dalam dua sesi. Tim putra duluan, mulai pukul 13.00 WIB. Tim putri dapat sesi kedua, mulai pukul 16.00.
Disiplin tinggi benar-benar diterapkan oleh tim pelatih. Misalnya saat salah satu anggota tim putra ketahuan bercanda, satu tim dihukum push up oleh duet pelatih Benny Imawan dan Njoo Soen Eng.
“Sebenarnya kami tidak melarang anak-anak bercanda. Tapi harus tahu waktu dan tempat yang tepat,” terang Soewondo, head coach tim DBL Relaxa U-16.
Porsi latihan kemarin memang tidak bisa disebut ringan. Namun, 12 anggota tim putra tampak bersemangat. Sebelum latihan berakhir, masing-masing pemain diberi pekerjaan rumah (PR) khusus.
“Masih ada waktu sepuluh hari sebelum latihan selanjutnya. Di rumah, kalian harus bisa mencapai target sprint dan shooting (harus masuk) masing-masing 4.000 kali,” kata Benny Imawan.
Benny menambahkan, para pemain wajib melakukan dengan sportif. Walaupun tidak diawasi pelatih, mereka harus menghitung hasilnya dengan akurat. “Saat latihan selanjutnya nanti akan ketahuan siapa yang benar-benar melakukannya,” tandasnya.
Sebanyak 12 anggota tim putra merasa tertantang dengan tugas itu. "Empat ribu kali ya? Bisa dong. Bahkan aku akan berusaha melakukannya lebih banyak dari yang disuruh," ujar Anandre Forastero, pemain yang baru masuk SMA Santa Agnes Surabaya, bersemangat.
Saking semangatnya, beberapa pemain bahkan minta saran kepada pelatih untuk lebih meningkatkan lagi kemampuan. Seperti yang dilakukan Andaru Dhimas, yang baru masuk di SMAN 1 Waru Sidoarjo.
“Saya sadar kemampuan fisik saya kurang bila dibandingkan teman-teman yang lain. Jadi saya harus berusaha sendiri mengejar ketinggalan ini. Apalagi saya juga ingin jadi starter tim,” ucapnya.
Melihat tim putra semangat, tim putri ikut semangat. Mereka dipandu oleh duet pelatih Endro Rosani dan Yunis Kristi Annisah. “Tim cowok semangat banget ya. Latihan kami harus bisa lebih bagus dari mereka,” kata Florencia Christina, yang baru masuk SMA Frateran Surabaya.
Menurut rencana, tim DBL Relaxa U-16 akan menjalani delapan kali latihan sebelum bertanding melawan Broome Basketball Association. Pertandingan 8 Agustus itu bakal heboh dengan ribuan penonton, karena bertepatan dengan babak Fantastic Four (semifinal) tingkat SMA Honda DBL East Java 2009.
Sabtu lusa (18/7), kompetisi basket pelajar terheboh di Indonesia ini dibuka di DBL Arena Surabaya.

Honda DBL 2009 gratis untuk anak-anak

Honda DetEksi Basketball League (DBL) East Java 2009 memang diselenggarakan untuk pelajar. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kompetisi basket terbesar di Indonesia ini disebut sudah bergeser menjadi tontonan keluarga.

Tahun ini, DBL Indonesia sebagai penyelenggara pun menyediakan program DBL for Kids, memberi kemudahan untuk penonton keluarga. Mulai pembukaan Sabtu besok (18/7) sampai final 15 Agustus mendatang di DBL Arena Surabaya, anak-anak boleh menonton secara gratis.

“Belakangan, semakin banyak anak-anak berminat nonton DBL. Mereka tetap datang mengajak orang tua meski tidak mendukung tim mana pun. Dengan program ini, kami berharap anak-anak semakin mudah menikmati suasana pertandingan basket yang bergengsi,” jelas Masany Audri, general manager DBL Indonesia.

Masany menjelaskan, untuk mendapatkan fasilitas gratis ini, cukup datang langsung ke DBL Arena. “Dalam satu keluarga, ada fasilitas gratis untuk anak umur di bawah delapan tahun, maksimal dua anak dalam satu keluarga,” tuturnya.

Yang duluan menyambut program ini adalah para pemain Honda DBL East Java 2009. Maklum, banyak di antara mereka punya adik yang masih kecil-kecil.

“Wah, enak dong. Adikku bisa gratis nonton. Soalnya, dia setia lihat aku main basket. Dia sering nonton DBL sama Mamaku. Adikku sekarang pasti jadi lebih sering nonton DBL,” kata Aisya Arani, pemain SMAN 15 Surabaya, yang Sabtu besok tampil di Opening Party melawan SMAN 2 Surabaya. Adik Aisya, Azka Muhammad Nurrahman, memang baru berusia enam tahun.

Bukan hanya anak di bawah usia delapan tahun yang dapat fasilitas khusus. Para penonton Honda DBL East Java 2009 juga dimanjakan dengan fasilitas dari para partner.

Sejak babak penyisihan awal, 10-11 Juli lalu, panitia menyediakan diskon 20 persen untuk penonton yang bisa menunjukkan beberapa hal. Misalnya menunjukkan STNK kendaraan bermotor merek Honda jenis automatic, seperti Honda Vario dan Beat. Atau, menunjukkan satu bungkus besar Relaxa, atau buku tabungan/kartu ATM BNI.

“Setiap menunjukkan salah satu produk partner itu, penonton dapat diskon maksimal untuk empat tanda masuk,” jelas Puji Agus Santoso, basketball operation manager DBL Indonesia.

Kalau mau fasilitas lebih lagi, Puji menjelaskan, penggemar Honda DBL bisa ikut program BNI-DBL Pride Club. Ada paket Gold, bebas nonton semua pertandingan plus souvenir eksklusif. Ada pula paket Platinum, yang dibumbui bonus menarik: Ikut eksklusif dinner party bareng bintang NBA dan dapat foto bertanda tangan sang pemain.

Menurut rencana, Opening Party di DBL Arena besok bakal open gate pukul 14.00 WIB. Total ada empat pertandingan.
Yang pertama, tim putra SMA Ta’miriyah Surabaya versus SMA Untung Suropati Sidoarjo. Lalu, tim putri SMAN 15 Surabaya melawan SMAN 2 Surabaya.

Ketiga, tim putri SMA Frateran Surabaya menghadapi SMA Petra 1 Surabaya. Dan terakhir, tim putra SMA St. Louis 1 Surabaya versus SMAN 9 Surabaya.

Kemarin (16/7), tim-tim pembuka itu sudah menjalani geladi bersih di DBL Arena Surabaya. Mereka tampak sangat semangat. Maklum, tidak banyak tim bisa dapat kesempatan tampil di hari pembukaan.

“Tahun lalu, pas masih kelas X, aku mimpi tampil di Opening Party, di DBL Arena. Eh, tahun ini mimpiku jadi kenyataan. Pastinya aku seneng banget, tapi rada deg-degan juga sih,” kata Monica Francesca Liando, forward SMA Frateran.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, panitia sudah menyiapkan kemasan khusus untuk hari pembukaan. Suasana pertandingan bakal meriah dengan tampilan beberapa set layar LED plus belasan lampu moving dan century color.

“Sejak dulu, DBL telah menjadi standar penyelenggaraan pertandingan basket di Indonesia, yang kemudian banyak ditiru ajang-ajang lain. Tapi ini belum apa-apa. Yang paling heboh ketika Final East Java, 15 Agustus nanti,” jelas Puji Agus Santoso.

Dalam Opening Party, panitia juga akan mengumumkan nama pemain NBA yang bakal hadir di Final East Java, sekaligus tampil di Indonesia Development Camp 2009. Sang pemain bakal melatih bintang-bintang Honda DBL 2009, yang datang dari 15 provinsi di Indonesia.

“Banyak yang sudah penasaran. Dan jawabannya baru disampaikan saat Opening Party,” pungkas Puji.

Siap tempur 100% !


Para pelatih tim putri yang tampil di opening party Honda DetEksi Basketball League (DBL) East Java 2009 North Region besok (18/7) siap beradu strategi. Salah satunya adalah tim putri SMA Frateran Surabaya yang akan berhadapan dengan SMA Petra 1 Surabaya.

Kedua tim memang buta kekuatan lawan karena belum pernah bertemu. Justru karena belum pernah bertemu itulah, kedua tim menyatakan tertantang untuk menang. Njoo Soen Eng, pelatih Frateran, mengatakan bakal mengembalikan permainan Frateran seperti DBL 2007.

Saat itu mereka mengandalkan passing-passing cantik yang tak hanya enak ditonton, namun juga akurat untuk mengecoh lawan. ”Saya memotivasi tim untuk kerja keras. Karena kami kan nggak tahu musuh seperti apa. Jadi, saya memantapkan strategi kami, yaitu passing akurat dan teamwork,” ujar Yong Yong, sapaan akrab Njoo Soen Eng.

Yong Yong melanjutkan, untuk tampil di opening, timnya membutuhkan mental yang kuat. ”Makanya, kami nggak boleh ada beban. Harus konsen menerapkan strategi yang sudah mantap ini.Yang penting main bagus dulu,” jelas Yong Yong.
Pihak lawan, Petra 1, mengaku juga sudah siap menerapkan strategi andalan mereka pada opening party besok. Mereka akan menerapkan strategi full press dari awal untuk menekan lawan.

”Kami memang belum pernah bertemu dengan Frateran. Tapi, dari kabar yang kami dengar, materi pemain mereka setingkat di atas kami. Berarti kami harus main ngotot dan total dari awal. Jangan sampai lengah,” tandas Eko Firmantyo, sang pelatih.
Permainan full press juga bakal disuguhkan pelatih tim putri SMAN 2 Surabaya (Smada). Pada opening party besok,

mereka akan berhadapan dengan tim putri SMAN 15 Surabaya. Menghadapi Libels (sebutan SMAN 15 Surabaya), Smada menegaskan juga bakal menggebrak sejak awal. ”Mental pemain bakal diuji saat opening. Makanya, kami harus pressing dari awal. Biar mental lawan turun,” ucap Caesar Mario Ramadhan, pelatih Smada.

Tim putri Smada telah mengenal gaya permainan Libels karena pernah bertemu pada kompetisi di luar DBL. ”Kami memang menang waktu itu. Tapi, kami tetap tak boleh meremehkan lawan. Apa pun bisa terjadi di lapangan. Kami tetap berusaha semaksimal mungkin pada opening besok,” jelas Mario.

Dari kubu Libels, Tommy Permadi, sang pelatih, juga telah mematangkan persiapan timnya dalam menghadapi opening party. ”Kami telah belajar dari kesalahan waktu itu. Smada punya teknik permainan cepat, ngotot, dan pasti. Kami akan mengatasinya dengan koordinasi teamwork yang solid,” terang Tommy.

Pada opening party di DBL Arena besok (open gate pukul 14.00 WIB), total akan dihelat empat pertandingan. Dua laga putra dan dua laga putri.

Pada pertandingan pertama, tim putra SMA Ta’miriyah Surabaya akan berhadapan dengan SMA Untung Suropati Sidoarjo. Pertandingan dilanjutkan dengan laga tim putri, yakni SMAN 15 Surabaya melawan SMAN 2 Surabaya.

Kemudian, tim putri SMA Frateran Surabaya menghadapi SMA Petra 1 Surabaya. Hari pembukaan itu lantas ditutup dengan duel bergengsi, tim putra SMA St Louis 1 Surabaya versus SMAN 9 Surabaya.

Duel Cerdik 2 kapten


Tim putra SMA St Louis 1 Surabaya dan SMAN 9 Surabaya akan tampil habis-habisan dalam opening party Honda DBL East Java 2009 North Region besok (18/7). Sinlui, julukan SMA St Louis 1, sudah menyiapkan banyak variasi dalam defense maupun offense. Dengan begitu, mereka optimistis bisa menerobos pertahanan Songo, julukan SMAN 9.

”Sebenarnya, kami sudah pernah bertemu sebelum DBL. Tapi, waktu itu permainan mereka masih mengandalkan Arwan. Setelah ditinggal dia, kami belum pernah bertemu lagi. Jadi, kami nggak tahu tipe permainan mereka besok bagaimana,” ucap Lena, pelatih Sinlui.

Hal senada dikatakan Ade Firman Triangga, kapten Songo. Timnya sudah berusaha menggenjot fisik dan memantapkan teknik. Songo tinggal melihat bagaimana permainan Sinlui besok, kemudian memilih pola serang dan bertahan yang sesuai untuk melawan mereka.

”Yang paling penting sih persiapan mental saya dan teman-teman. Kami harus punya mental bertanding yang kuat dulu supaya bisa menerapkan macam-macam strategi dengan baik,” lanjut Ade.

Ada satu hal unik dari pertandingan besok. Untuk bisa memenangi pertandingan tersebut, tampaknya kedua tim sama-sama mengandalkan sang kapten. Sebab, Ade maupun Wendra Wongsaputra (kapten Sinlui) sama-sama bertugas sebagai playmaker. Mereka berperan vital dalam mengatur serangan timnya.

Pelatih memang berperan dalam memberikan instruksi dari luar lapangan. Namun, tetap para pemain yang mengeksekusi instruksi tersebut. Dengan demikian, kapten masing-masing harus saling adu cerdik dalam memimpin teman-teman setimnya.
Menurut Lena, masih ada faktor lain yang sangat berpengaruh.

Dalam laga biasa, seorang pemain mungkin bisa menunjukkan kehebatan sejak awal pertandingan. Tapi, bertanding di opening party Honda DBL punya sense berbeda. Jika tidak kuat mental, siap-siap saja tak bisa mengeluarkan kemampuan maksimal.

”Secara materi, tim kami memang sudah lebih dari siap. Tapi, kami nggak bisa bohong kalau main di opening sensasinya berbeda. Maka, semuanya tergantung bagaimana mental bertanding anak-anak besok,” ujar Lena.