Semangat dukung sekolah

14 Juli 2009


Suasana meriah dan penuh canda mewarnai road show Honda Deteksi Basketball League (DBL) East Java 2009 kemarin (13/7). Sekolah yang dikunjungi pada hari pertama road show itu, SMA Frateran, Surabaya, dan SMA Cita Hati, Surabaya, sangat antusias menyambut acara tersebut. Di SMA Frateran, acara dibuka dengan penampilan tim yel-yel sekolah. Lalu, acara dilanjutkan dengan perkenalan tim basket dan games. Tidak lupa, panitia menyebutkan prestasi tim basket dan yel-yel sekolah itu di DBL. Beberapa pelajar menyatakan kagum dengan kehebatan sekolahnya. 

Mendengar informasi dari panitia, para guru dan siswa menjadi lebih bersemangat mendukung tim sekolahnya. Banyak yang tidak percaya ketika mengetahui Fratz, julukan SMA Frateran, mendapatkan kehormatan bertanding di opening party pada 18 Juli 2009. ”Ya ampun! Pokoknya, nggak boleh sampai nggak datang deh! Tim basket sama yel-yelnya hebat-hebat gini. Rugi dong kalau mereka nggak menang gara-gara kalah suporter sama musuh,” ungkap Novi Angelia, pelajar kelas X di SMA Frateran.

Frater Norbetus, kepala SMA Frateran, memberikan respons positif. Beliau sangat mendukung tim basket dan yel-yel sekolah tersebut. ”Sekolah kami sangat antusias menyambutnya. Saya pastikan antusiasme itu terbawa sampai ke opening party nanti. Pokoknya, sekolah full support,” ungkap Frater Norbetus.
Gairah yang sama merembet sampai sekolah Cita Hati, Surabaya. Siswa SMP dan SMA Cita Hati kemarin takjub melihat aksi tim yel-yel dan tim basket putra sekolahnya. 

”Wah, CH (julukan Cita Hati, Red) memang keren! Nanti, kalau mereka tanding, pasti aku datang mendukung supaya mereka lebih semangat main. Go CH, go CH, go!” seru Stephanie, siswa kelas XII. Road show Honda DBL East Java 2009 hari ini akan diadakan di SMA Santa Agnes, Surabaya, dan SMAN 15 Surabaya. Sedangkan besok giliran SMA Ciputra, Surabaya, dan SMA Untung Suropati, Sidoarjo, yang dikunjungi. 

Lega bisa lolos, deg-degan drawing

13 Juli 2009


 Sebanyak 16 tim boleh bernapas lega. Setelah sukses di babak penyisihan awal, mereka berhak lolos ke babak utama Honda DetEksi Basketball League (DBL) East Java 2009.

Namun, mereka juga deg-degan. Sebab, Minggu siang ini (12/7) mereka langsung menjalani technical meeting terakhir sekaligus drawing pembagian grup. Sukses mereka di babak utama bisa ditentukan siang ini. Kalau undian nyaman, prospek sukses ada di depan mata. Kalau masuk grup neraka, babak utama bakal terasa sangat berat.

Di hari terakhir penyisihan awal di DBL Arena kemarin (11/7), sebelas pertandingan diselenggarakan sejak pagi sampai malam. Tadi malam, mendekati pukul 21.00 WIB, tim putri SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo menjadi tim terakhir yang berhasil lolos. Mereka mengalahkan SMAN 14 Surabaya, 15-8. 

Sebanyak 36 tim SMA bertanding di babak penyisihan awal. Terdiri atas 16 tim putra, 20 tim putri. Daftar lengkap 16 tim yang lolos, lihat di bagian belakang tulisan ini. Meski lolos, seperti disinggung di atas, banyak pemain mengaku tetap nervous. Mereka praktis tak punya waktu untuk menikmati sukses babak penyisihan awal. Siang ini, mereka kembali mengadu nasib.

”Memang sih kami menang. Tapi leganya cuma sesaat saja. Sekarang jadi kepikiran menghadapi drawing,” aku Bayu Prihandoko, pelatih tim putri SMAN 1 Waru Sidoarjo, yang kemarin menang atas SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo.
Trianggono Budi Hartanto, kapten tim putra SMA Dr. Soetomo Surabaya, bahkan merasa bakal sulit tidur. ”Sepertinya bakal nggak bisa tidur memikirkan drawing. Sekarang, aku dan teman-teman hanya bisa berdoa supaya dapat keberuntungan,” ucapnya.

Honda DBL East Java 2009 dibagi dalam dua wilayah. Kawasan North bertanding di DBL Arena Surabaya antara 18 Juli hingga 12 Agustus. Sebanyak 96 tim berlaga di babak utama North, terdiri atas 64 tim putra dan 32 tim putri.
Sedangkan kawasan South bertanding di GOR Ken Arok Malang, 25 Juli hingga 11 Agustus. Total ada 48 tim di wilayah ini, terdiri atas 32 tim putra dan 16 tim putri. Nantinya, juara North bakal bertemu juara South di DBL Arena Surabaya pada 15 Agustus, memperebutkan gelar juara East Java.

Hari ini, technical meeting dan drawing untuk kedua kawasan diselenggarakan bersamaan. Kawasan North di DBL Arena (mulai pukul 13.00), kawasan South di Gedung Serbaguna MPM Honda Malang (mulai pukul 10.00). Di Jawa Timur, kompetisi ini memakai sistem pembagian grup. Setiap grup terdiri atas empat tim. Nantinya, juara grup lolos ke babak playoff, mencoba saling menyisihkan menuju final dan juara.

Karena tidak ada status unggulan di Honda DBL, maka pembagian grup murni berdasarkan keberuntungan peserta. ”Saya akan meminta pemain yang tangannya ’wangi’ untuk mengambil nomor. Semoga masuk satu grup dengan tim yang sudah kami kenal,” kata Bayu Prihandoko.

Nonton dan Refreshing

Pada hari terakhir penyisihan awal kemarin (11/7), sekitar 2.000 penonton kembali mengalir masuk DBL Arena. Seperti pada hari pertama, suasana keluarga kembali terasa. Banyak orang tua datang mendukung anaknya bertanding. Banyak pula keluarga yang datang dengan alasan refreshing.

”Hebat. Selama menonton basket, baru kali ini saya lihat ada kompetisi serapi ini. Pertandingan berjalan dengan disiplin. Padahal baru kali ini saya nonton DBL, tapi langsung jatuh hati,” aku Lili Kurniawati, 37, ibu dari Mitchelliniy Maretasari, pemain SMAN 2 Sidoarjo.

Dari barisan keluarga non-suporter, ada keluarga Deddy Ary. Pria 30 tahun itu datang bersama istri, Nuri Purwaningsih, 32, dan putri yang baru berumur tiga tahun, Sashikirana. ”Ini nih, Luna (panggilan Sashikirana, Red) yang merengek mau datang. Dia kan sering lewat gedung DBL Arena. Penasaran kok hari ini ramai banget. Ya kita turutin saja. Eh, dia justru nggak mau pulang, keasyikan nonton basket,” aku Nuri.

Pihak panitia dari DBL Indonesia mengaku senang melihat respons penonton di babak penyisihan awal ini. ”Meski belum terlalu heboh, tapi sudah jauh lebih ramai dari babak yang sama tahun-tahun sebelumnya. Padahal, kami belum menyuguhkan show penuh. Ini benar-benar pertanda baik untuk babak utama, yang bakal disuguhkan lebih menghibur,” kata Masany Audri, general manager DBL Indonesia.

YPPI 1 akhirnya bisa lolos ke babak utama

Duel SMA YPPI 1, Surabaya, dan SMA Cita Hati, Surabaya, kemarin (11/7) berlangsung seru. Pada partai penentuan tersebut, YPPI 1 harus berjuang keras menghadapi tim Cita Hati. Sebab, tim Cita Hati tampil habis-habisan dalam babak penyisihan awal itu. Sejak awal, pertandingan tersebut berlangsung panas.

Dua tim tersebut menerapkan defense ketat. Karena itu, poin pertama baru tercetak pada menit ketiga babak pertama. Tim Cita Hati membuka skor terlebih dahulu lewat tembakan Yosephine Wibisono, sang kapten. Merasa kecolongan, tim YPPI 1 membalas dengan tembakan tiga angka kaptennya, Cynthia Charista.

Setelah itu, tim Cita Hati berusaha menguasi permainan dengan passing-passing pendek. Yosephine dkk juga menerapkan beberapa serangan balik yang cepat. Sayang, mereka banyak membuang peluang bagus untuk mencetak poin. 
Sementara itu, trisula YPPI 1, Cynthia Charista, Stephanie Suharto, dan Angela Valentine, terus menggedor pertahanan tim Cita Hati. Mereka melakukan tembakan-tembakan yang terus mendulang poin demi poin. Di pihak Cita Hati, Yosephine mencetak seluruh poin timnya pada babak pertama. Babak itu berakhir dengan skor 14-7 untuk keunggulan tim YPPI 1.

Memasuki babak kedua, YPPI meningkatkan tempo serangan. Tim tersebut terus mencetak poin. Sementara itu, pemain andalan Cita Hati, Yosephine, terpaksa ditarik ke bench karena kondisinya tidak fit. Tim YPPI 1 pun semakin jauh meninggalkan poin Cita Hati. 

Tim Cita Hati tak mau menyerah begitu saja. Mereka tetap berjuang keras hingga detik terakhir. Namun, kekuatan YPPI 1 belum terbendung. Pertandingan berakhir dengan skor 31-13 untuk kemenangan YPPI 1. Meski pasukannya kalah, para pendukung Cita Hati memberi standing applaus untuk timnya. Semangat Yosephine dkk diakui pelatih tim lawan. ”Semangat lawan dalam berjuang kami acungi jempol. Rebound mereka juga bagus. Namun, tim kami menang di akurasi shoot,” ujar Ong Loka Ongkodjojo menjelaskan kunci kemenangan YPPI 1.

Tim Cita Hati menjadikan pertandingan kali ini sebagai pelajaran untuk tahun depan. ”Tadi kami sudah bermain maksimal, walaupun sedang nggak fit. Tim kami masih ada yang kelas satu. Sekarang mempersiapkan buat tahun depan saja,” tutur Yosephine. Berakhir sudah babak penyisihan awal Honda DBL East Java 2009. Tim-tim yang lolos ke babak utama langsung menghadapi drawing hari ini di DBL Arena Surabaya.

Agustus nanti, datang satu lagi pemain NBA

04 Juli 2009

Andalan New York Knicks, David Lee, bukan satu-satunya bintang NBA yang datang ke Surabaya, Indonesia, tahun ini. NBA Madness presented by Jawa Pos juga bukan satu-satunya even resmi liga basket paling bergengsi itu di Kota Pahlawan. 

Pada pertengahan Agustus mendatang, bakal ada satu lagi bintang NBA yang datang. Dia akan tampil di Indonesia Development Camp 2009, melatih para pemain bintang liga basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2009.

Pemain itu juga tidak datang sendirian. Bila David Lee ditemani Miami Heat Dancers, maka Agustus nanti juga akan hadir dua asisten pelatih NBA.

“Indonesia Development Camp adalah lanjutan kerja sama NBA dan DBL, setelah NBA Basketball Clinic yang dihadiri bintang Indiana Pacers, Danny Granger, pada Agustus 2008 lalu. Even ini merupakan camp basket selama beberapa hari, diikuti 160-an pemain dan puluhan pelatih Honda DBL 2009 dari 15 provinsi di Indonesia,” jelas Azrul Ananda, commissioner DBL.

Azrul mengaku belum bisa menyebutkan siapa bintang yang hadir nanti. Katanya, pengumuman akan dilakukan langsung oleh NBA dalam waktu dekat ini.

“Kami inginnya pengumuman dilakukan pada pembukaan Honda DBL 2009 seri Jawa Timur, 18 Juli nanti di DBL Arena Surabaya. Semoga itu bisa terwujud,” ucapnya.

Ada petunjuk bagi para penggemar basket Indonesia? “Kalau Danny Granger bermain di posisi small forward, lalu David Lee di posisi power forward atau center, maka pemain yang akan datang nanti bermain di posisi shooting guard,” kata Azrul.

Apakah dia lebih ngetop dari Granger atau Lee? “Yang pasti, dia masuk NBA lebih dulu. Tinggi badannya 201 cm, dia top scorer di timnya, dan musim lalu sempat mencetak 50 poin dalam satu pertandingan. Gajinya juga sudah tembus Rp 100 miliar per musim,” papar Azrul.

Honda DBL 2009 sendiri masih menyisakan penyelenggaraan di lima kota, di empat provinsi selama Juli-Agustus nanti. Di Jawa Timur, kompetisi diselenggarakan di dua wilayah: North (Surabaya) dan South (Malang). Selain itu, kompetisi ini juga akan mengunjungi Kalimantan Barat (Pontianak), Kalimantan Selatan (Banjarmasin), dan Kalimantan Timur (Samarinda).

“Sekarang kami sudah memasuki persiapan akhir untuk penyelenggaraan di kota-kota tersebut,” ucap Masany Audri, general manager DBL Indonesia, penyelenggara kompetisi yang diikuti hampir 1.000 tim dan melibatkan lebih dari 20 ribu peserta tersebut. 

Tinggal selangkah lagi hadapi tim Aussie


Tinggal selangkah lagi, akan terpilih tim DBL Relaxa U-16. Semangat ingin terpilih itu terlihat pada 38 pemain yang mengikuti seleksi hari kedua di DBL Arena Surabaya kemarin (2/7). Dari 38 pemain itu, sebanyak 12 putra dan 12 putri akan dipilih untuk bertanding melawan tim muda dari Broome Basketball Association, Australia Barat, pada 8 Agustus 2009. 

Seleksi hari kedua kemarin secara teknis terdiri dari tiga sesi. Namun, tim pelatih yang terdiri dari Soewondo (head coach), Benny Imawan, Njoo Soen Eng, Endro Rosani, dan Kristi Yunis Annisah memberi porsi yang lebih tinggi dan lebih berat daripada hari pertama (30/6).

Pada hari pertama, para pelatih lebih menekankan pada basic skill. Yaitu passing, shooting, dan dribbling. Hari kedua kemarin model latihannya lebih variatif. Para pelatih menambahkan halang rintang untuk melihat kemampuan teknik para peserta.

Para peserta pun menunjukkan progress yang signifikan. Ketahanan fisik dan basic skill yang jadi masalah di hari pertama sudah teratasi. Mereka mulai berani unjuk gigi menampilkan yang terbaik.

”Sebenarnya, skill para peserta memang sudah diatas rata-rata. Hanya saja, kemarin mereka masih canggung. Nah, hari ini mereka sudah berani menampilkan kekuatan terbaik. Teknik membaik daripada hari pertama. Semangat bersaing mereka juga sudah terlihat,” ujar Benny Imawan, salah satu pelatih yang memandu seleksi ini.

Meski lebih berat, para peserta justru lebih semangat menjalani seleksi hari kedua. Hal ini dikarenakan, mereka rata-rata sudah tidak sabar untuk dapat terpilih dalam tim DBL Relaxa U-16. Para pemain tampak lebih enjoy dalam menjalani seleksi kedua kemarin.

”Kan seleksinya tinggal sehari lagi! Jadi, aku hari ini (kemarin, Red.) harus nunjukkin kemampuan terbaikku, biar bisa kepilih ngelawan tim Aussie. Walaupun seleksi hari ini lebih capek, tapi lebih fun! Soalnya, kita udah saling kenal,” ujar Karra Sugianto, pemain dari SMP Mutiara Bunda Sidoarjo.

Setelah ini, masih ada seleksi terakhir yang akan berlangsung Minggu (5/7) besok. Pada seleksi terakhir ini tim pelatih akan fokus mengadakan pertandingan.

”Untuk fisik dan teknik sudah kami uji selama dua hari. Jadi, seleksi terakhir besok, kami hanya tinggal menguji teamwork,” ujar Soewondo, selaku headcoach. ”Karena, tantangan terberat kami adalah menyatukan strategi. Sebab, mereka membawa teknik pertandingan berbeda dari sekolah masing-masing.” lanjut Soewondo.

Setelah tiga hari proses seleksi, barulah panitia DBL Indonesia akan menentukan siapa yang masuk tim DBL Relaxa U-16. Hasil seleksinya akan diumumkan pada Rabu (8/7) mendatang.

Tim dari Broome dijadwalkan berada di Surabaya pada 1-9 Agustus. Pertandingan eksibisi internasional melawan DBL Relaxa U-16 direncanakan berlangsung pada 8 Agustus di DBL Arena, bersamaan dengan babak Fantastic Four (semifinal) SMA Honda DBL 2009. Selain bertanding melawan tim resmi DBL, mereka juga akan bertanding melawan sejumlah tim dan mengunjungi beberapa sekolah

323 tim mendaftar, 258 tim yang diterima

16 Mei 2009



Peserta Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2009 seri Jawa Timur benar-benar membeludak. Total 323 tim SMA dan SMP telah mendaftarkan diri sejak 4 Mei lalu. Padahal, kapasitas kompetisi terbatas, panitia hanya siap menerima 258 tim.

Sebanyak 116 tim SMA bakal berlaga di wilayah North (Surabaya), 48 lainnya di South (Malang). Sisanya, 94 tim, adalah peserta SMP dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

“Setiap tahun, kami selalu kagum atas antusiasme peserta. Tahun lalu, sebanyak 283 tim mendaftar, 266 di antaranya diterima. Tahun ini, kami harus mengurangi sedikit kuota, karena jadwal yang tidak memungkinkan. Kami benar-benar mohon maaf,” kata Masany Audri, general manager DBL Indonesia.

Masany menjelaskan, majunya jadwal puasa membuat kompetisi tahun ini harus dipecah. Biasanya, kompetisi SMP diselenggarakan di tengah-tengah kompetisi SMA. Karena hari tidak cukup, kompetisi SMP pun dimundurkan hingga bulan Oktober. Sedangkan kompetisi SMA tetap berlangsung selama kurang lebih sebulan, antara 18 Juli hingga 15 Agustus.

“Pada 16 hingga 18 Agustus langsung disambung dengan Indonesia Development Camp 2009, even bersama DBL dengan NBA. Tanggal 20 Agustus sudah mulai bulan puasa,” terang Masany.

Sebenarnya, lanjut Masany, DBL Indonesia sudah berupaya menjaga agar jumlah peserta minimal sama dengan tahun lalu. Tapi, harinya memang tidak cukup. “Ini saja kami sudah memaksakan sampai sepuluh pertandingan dalam sehari,” tandasnya.

Untuk menyaring peserta, DBL Indonesia melihat track record peserta pada tahun-tahun sebelumnya. Mulai prestasi, partisipasi, sampai kecepatan dalam mendaftar atau melengkapi persyaratan pendaftaran.

“Prestasi pada DBL tahun-tahun sebelumnya merupakan salah satu pertimbangan utama. Kami sudah mengirimkan surat balasan kepada tim-tim yang sudah mengajukan surat ingin ikut serta. Apakah mereka diterima atau tidak,” kata Puji Agus Santoso, manager basketball operation DBL Indonesia.

Salah satu tim yang tidak tertampung itu adalah SMA Stella Maris Surabaya. “Kami sedih tidak bisa diterima tahun ini. Tapi tidak apa-apa. Kami tetap berniat ikut tahun depan. Kami akan menyiapkan tim sebaik mungkin untuk tahun depan,” ucap Agus Septian Cannaga, anggota tim Stella Maris.

Bagi tim-tim yang tidak tertampung, DBL Indonesia mencoba meredam kekecewaan. Rencananya, pada Januari atau Februari 2010 nanti, akan diselenggarakan kompetisi resmi Road To DBL. Pesertanya adalah tim-tim yang tidak tertampung ini, khususnya tim-tim yang belum pernah ikut di kompetisi ini.

“Formatnya seperti apa masih akan kami matangkan. Kami ingin memberi kesempatan untuk sebanyak mungkin tim bertanding,” kata Masany Audri.

Menurut jadwal, babak kualifikasi Honda DBL 2009 seri Jawa Timur akan diselenggarakan 10-11 Juli mendatang di DBL Arena Surabaya. Babak utama wilayah North berlangsung 18 Juli-12 Agustus, sementara wilayah South bertanding 25 Juli-11 Agustus.

Juara wilayah North akan bertemu juara South di Final Jawa Timur, di DBL Arena Surabaya, 15 Agustus. Final Jawa Timur itu akan dihadiri oleh seorang bintang NBA.

“Jadwal ini untuk tim-tim SMA. Yang SMP akan kami sampaikan tidak lama lagi. Yang pasti, kompetisi SMP diselenggarakan bulan Oktober,” tegas Masany


Antre Empat Hari demi Daftar DBL

05 Mei 2009



Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2009, kompetisi basket yang diprakarsai Jawa Pos Group, bukan hanya yang terbesar di Indonesia. Kompetisi pelajar ini juga layak disebut sebagai yang paling aneh. Bagaimana tidak. Hanya untuk mengamankan tempat sebagai peserta, banyak yang rela menginap sampai empat hari!

“Keanehan” ini terjadi di Surabaya, tempat kompetisi ini bermula pada 2004 lalu. Secara resmi, pendaftaran baru dibuka pukul 00.00 WIB dini hari tadi (masuk ke 4 Mei). Namun, beberapa peserta sudah antre menunggu di Graha Pena Surabaya –tempat pendaftaran-- sejak Kamis, 30 April lalu!

“Sejak beberapa tahun lalu, seperti ada tradisi berlomba menjadi pendaftar pertama di DBL Jawa Timur. Mulanya, banyak yang datang beberapa jam sebelum tengah malam yang menandai tanggal pendaftaran. Tahun lalu, ada tim yang sampai menginap di Graha Pena. Dan tahun ini, ada yang rela menginap sampai empat hari,” kata Azrul Ananda, commissioner DBL

Azrul menambahkan, bahwa tahun ini ada yang masih mau menginap merupakan sesuatu yang luar biasa. Pada tahun-tahun sebelum ini, pendaftaran memang berdasarkan first come, first serve. Tahun lalu, ratusan sekolah pun memperebutkan 266 jatah tim peserta yang tersedia.

Tahun ini, untuk mengantisipasi membeludaknya peserta di hari pertama pendaftaran, panitia sebenarnya sudah menerapkan sistem undangan. “Tapi tetap saja mereka ingin menjadi pendaftar pertama. Di Indonesia, bahkan mungkin di dunia, saya yakin tidak ada kompetisi basket yang antusiasmenya sehebat ini,” kata Azrul.

Tim pertama yang datang untuk antre itu datang dari SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo. Kamis malam lalu (30/4, sekitar pukul 19.30), mereka sudah datang di lobi ruang redaksi Jawa Pos di lantai 4 Graha Pena Surabaya.
Berbagai kelengkapan pendaftaran sudah dibawa, plus berbagai perlengkapan pengusir bosan. Seperti makanan, berbagai permainan, dan laptop.

“Kami tak sabar ingin jadi pendaftar pertama. Tahun lalu, kami tahu ada yang menginap sehari sebelum pendaftaran. Buat jaga-jaga biar tidak keduluan tim lain, kami menginap dari jauh-jauh hari,” kata Bambang Setyawan, pelatih SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo yang mengantarkan timnya ke Graha Pena.

Untuk menjaga antrean, mereka berbagi shift. Ada yang siang, ada yang malam. Kebetulan, pelajar kelas X dan XI memang sedang liburan.

Ternyata, SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo bukan satu-satunya yang ingin datang sedini mungkin. Sehari kemudian (Jumat, 1 Mei), beberapa tim lain ikut datang ke Graha Pena.

Antara lain tim SMAN 1 Puri Mojokerto, SMAN 15 Surabaya, dan SMA Santa Agnes Surabaya. Tim SMA Petra 5 Surabaya, yang tahun lalu menjadi pendaftar pertama setelah menginap 24 jam, sebenarnya juga datang pada hari Jumat itu. Tapi, begitu sadar mereka bukan lagi yang pertama, anak-anak Petra 5 pun “menyerah” dan memutuskan pulang.

Bagi SMAN 1 Puri Mojokerto, ini adalah tahun kedua mereka keduluan mengejar nomor pertama. Tahun lalu, mereka hanya kalah dari Petra 5. Begitu tahu nomor dua lagi, mereka sebenarnya agak kecewa.

“Seandainya kami ke sini Kamis, pasti kami jadi yang pertama ya,” ucap Erhanda Pungky, pemain Puri. Erhanda menjelaskan, sebenarnya mereka sempat ingin datang hari Kamis. Sayang, waktu itu timnya masih ada pertandingan di Mojokerto.

Tadi malam, sebelum pendaftaran dibuka pukul 00.00 WIB, lantai 4 dan 5 Graha Pena pun seperti “bumi perkemahan.” Puluhan anak SMA “berserakan” di mana-mana, menunggu pendaftaran. Banyak yang membawa laptop, memanfaatkan fasilitas wi-fi yang tersedia di Graha Pena.

“Bener-bener kayak berkemah ya. Aku aja kaget kok. Ternyata ramai banget! Aku jadi semangat, rasa kantuk langsung hilang,” ujar Febrius Liestyo, pemain SMA Santa Agnes yang ikut main kartu bareng anak-anak SMAN 15.

Pendaftaran Honda DBL 2009 seri Jawa Timur ini dibuka sampai 16 Mei nanti. Bukan hanya di Surabaya (wilayah North), juga di Malang (South). Di Malang, memang tidak ada yang sampai menginap. Tapi, kemarin pagi pukul 05.30 WIB, sudah ada tim yang antre mendaftar di kantor Radar Malang (Jawa Pos Group). Sekitar pukul 18.00 WIB, belasan tim sudah antre menunggu tengah malam.

Dengan antusiasme sepert ini, panitia yakin 250-an jatah yang disediakan sudah akan habis hanya dalam hitungan beberapa hari. “Tahun lalu, tiga hari sudah menjaring 266 tim,” kata Puji Agus Santoso, manager basketball operation DBL Indonesia.

Rangkaian Honda DBL 2009 telah berakhir di 11 kota, di 11 provinsi. Pada Juli-Agustus nanti, kompetisi ini diselenggarakan di Surabaya dan Malang (seri Jawa Timur), plus di Pontianak, Banjarmasin, dan Samarinda.
“Ketika kompetisi nanti berakhir, kami memprediksi total timnya mencapai angka 800-an, dengan total peserta sekitar 20 ribu orang,” pungkas Azrul Ananda.