Tampilkan postingan dengan label team DBL Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label team DBL Indonesia. Tampilkan semua postingan

DBL resmi kelola IBL

06 Maret 2010

PT DBL Indonesia akhirnya resmi mengelola kompetisi basket tertinggi tanah air, Indonesian Basketball League (IBL). Hal itu seiring dilakukan penandatangan kontrak antara PB Perbasi dengan DBL, kemarin siang.

Penantangantangan kontrak dilakukan di kantor PB Perbasi di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta. ”Sebenarnya ini formalitas legalnya. Secara umum, sebenarnya kami sudah mempercayai mereka jauh-jauh hari. Hanya saja, kalau belum ada hitam di atas putih kan belum lengkap. Karena itu, hari ini (kemarin) dilakukan penandatangan kontrak,” ujar Dahlan Muhammad, sekretaris jenderal PB Perbasi.

Kedua belah pihak menandatangani ikatan kerjasama selama tiga musim kompetisi IBL. Kerjasama langsung dalam tiga tahun tersebut dimaksudkan agar ada jaminan keberlangsungan IBL secara kontinyu. Sebab, Perbasi tidak ingin hal-hal yang kurang baik yang sebelumnya terjadi akan terulang lagi di IBL.

Induk organisasi bola basket nasional tersebut ingin menjadikan IBL sebagai lokomotif perkembangan bola basket di tanah air. Lebih dari itu, Perbasi juga ingin IBL menjadi lokomotif industri olahraga di Indonesia.

”Dengan ikatan kerjasama dengan DBL, maka cita-cita itu berada di tangan yang tepat untuk diwujudkan. Karena itu, ikatan kontrak dilangsungkan selama tiga tahun. Setelah kontrak itu berakhir, mereka menjadi opsi pertama kami untuk bekerjasama lagi,” papar Dahlan.

Di lain pihak, dengan telah resminya DBL menjadi pengelola IBL, mereka pun semakin bersemangat untuk bekerja. Namun, pihak DBL menegaskan bahwa mereka tidak bakal bicara hal yang muluk-muluk terlebih dahulu.

Untuk musim pertamanya dalam menangani IBL, pihak DBL mencanangkan tujuan yang membumi. Dalam artinya sederhana. ”Kami memang melakukan kerjasama tiga tahun. Opsi pada tahun keempat pun menjadi milik kami. Tapi, kami tidak ingin muluk muluk dulu. Di tahun pertama, kami hanya ingin kompetisi berjalan lancar dulu,” tegas Azrul Ananda, commisioner DBL.

Target yang membumi tersebut menurut Azrul karena dalam menjalankan IBL kali ini, pihaknya bukan lagi memulai dari nol. ”Tapi, kami harus memulainya dari minus sepuluh. Untuk itu, di tahun pertama ini, kami akan melakukan yang basic dulu. Kami ingin kompetisi berjalan lancar dulu. Jika itu sudah bisa dilakukan, baru bicara pengembangannya,” kata Azrul.

Agar kerja DBL berjalan dengan baik dan maksimal, Azrul meminta semua pihak yang terkait dengan IBL harus bahu-membahu untuk mengembalikan IBL ke jalurnya. Sebab, tanpa kerjasama semua pihak, terutama dengan klub, maka IBL tidak bakal bisa berjalan sebagai lokomotif perkembangan basket Indonesia.

IBL musim ini sendiri direncanakan akan dimulai pada akhir September 2010 dan berakhir pada Maret 2011. Sebelum digelarnya IBL, pihak DBL mengagendakan pre season yang dijadwalkan sekitar bulan Juli. ”Kemungkinan akan dibarengkan denga NBA Madness di Surabaya yang akan dilakukan pada 10 Juni hingga 4 Juli mendatang,” tutur Azrul.

Nuansa cinta di DBL Arena

19 Februari 2010

Suasana ceria penuh cinta menghiasi hari terakhir penyelenggaraan babak penyisihan awal Honda DBL 2010 East Java Series North Region kemarin (14/2). Bertepatan dengan momen Valentine’s Day, panitia menghias DBL Arena dengan nuansa pink. Balon-balon berwarna pink dipasang di berbagai sudut. Bahkan, ring pun dipasangi balon pink berbentuk hati.

Khusus kemarin, panitia memberikan diskon tiket masuk bagi mereka yang datang berpasangan. Selain itu, panitia membagi-bagikan balon, cokelat, serta merchandise bagi pengunjung yang hadir. Untuk pasangan yang menonton di DBL Arena kemarin, panitia mengadakan dua games, yaitu tantangan fisik berpasangan dan couple dresscode. ”Baru kali ini merayakan Valentine superheboh. Lucu dan seru banget,” ujar Silvia Puspitasari dari SMAN 13 Surabaya. Dia dan pasangannya berhasil memenangkan kontes couple dresscode. ”Kami memang mengemas spesial acara hari ini (kemarin, Red) untuk memeriahkan hari kasih sayang tersebut.

Selain itu, ini wujud terima kasih kami kepada banyak pihak yang selalu mendukung penyelenggaraan DBL hingga saat ini,” ujar Donny Rahardian, basketball operation and event manager DBL Indonesia. Sebuah hadiah istimewa pada hari istimewa tersebut kemarin diterima tim putra SMA Khadijah Surabaya. Mereka berhasil menaklukkan SMAN 13 Surabaya melalui pertandingan do or die dengan skor akhir 26-15. Kemenangan tersebut tidak diperoleh dengan mulus. Babak pertama merupakan babak pelit skor. Dua tim tersebut masih berusaha meraba strategi yang dipakai lawan.

Hingga lima menit pertama pertandingan berjalan, belum satu pun angka dicetak oleh dua tim itu. Poin pertama dicetak anak-anak Gallas –julukan SMAN 13 Surabaya– melalui tembakan free throw Jefry Rachman pada menit ketujuh. Selanjutnya, Gallas dan Khadijah bergantian melancarkan serangan. Babak pertama ditutup dengan skor 9-7 untuk keunggulan Khadijah. Memasuki babak kedua, pertandingan semakin memanas. Berkali-kali anak-anak Khadijah melancarkan serangan dan mayoritas bola mulus masuk ring lawan, baik melalui tembakan jarak jauh maupun free throw.

Karena itu, skor mereka susah terkejar oleh tim Gallas. Saat buzzer beater dibunyikan, sontak anak-anak Khadijah berteriak kegirangan karena itu berarti mereka berhasil lolos babak utama Honda DBL. ”Alhamdulillah! Ini anugerah yang besar. Tahun lalu kami terhambat di penyisihan dan tahun ini bisa meraih prestasi lebih baik. Ini di luar target yang kami rencanakan,” ujar Rachmad Buyung Wafa, kapten tim Khadijah.

Selain tim putra Khadijah, tiga tiket lainnya diraih tim putri SMAN 3 Sidoarjo, tim putra SMAN 1 Sooko, Mojokerto, dan tim putri SMAN 1 Ngoro, Jombang. Setelah babak penyisihan awal Honda DBL 2010 East Java Series North Region (SMA) berakhir, akan dilanjutkan dengan babak penyisihan awal Honda DBL Junior 2010 untuk tingkat SMP mulai 19 Februari hingga 7 Maret mendatang, pada setiap weekend.

Lagu baru untuk hari pembukaan

18 Juli 2009


Sorak sorai ribuan suporter tampaknya bakal meramaikan Opening Party Honda DetEksi Basketball League (DBL) East Java 2009 hari ini (18/7). Sebab, delapan tim yang tampil dalam empat pertandingan sore nanti sama-sama mengerahkan sebanyak mungkin pendukung.

Adu heboh suporter paling seru, kemungkinan besar bakal terjadi pada game terakhir. Saat tim putra SMAN 9 Surabaya bertemu dengan SMA St. Louis 1 Surabaya. Kedua sekolah dikenal punya barisan siswa yang kompak dan seru dalam memberikan dukungan.Dalam beberapa hari terakhir, kedua tim sama-sama kerja keras menggalang suporter.

“Kami sudah masuk ke kelas-kelas buat promosi datang ke opening besok (hari ini, Red). Kami juga sudah menyiapkan kostum baru dan menciptakan lagu-lagu baru. Kami bakal tampil heboh di opening. Lihat saja nanti,” sesumbar Jessica Putri, sekretaris OSIS SMAN 9 yang bertindak sebagai koordinator Songo Mania (julukan barisan pendukung sekolah tersebut).

Para pemain SMAN 9 ikut bekerja menggalang dukungan. “Aku kan baru kali ini bermain di opening. Sumpah, nervous dan tegang banget. Penonton DBL kan terkenal heboh banget. Kalau dengar sorakan Songo Mania, aku pasti jadi tenang. Makanya, aku ajak semua orang yang aku kenal,” aku Muhammad Zainda Ruud, guard SMAN 9.

Kubu Sinlui, julukan St. Louis 1, berencana datang berombongan dari sekolah ke DBL Arena. Begitu selesai MOS (Masa Orientasi Siswa) sore nanti, baru mereka berangkat.

“Adik-adik kelas satu pengin banget datang mendukung tim basket. Makanya, kami berangkat ke DBL sepulang MOS sambil bawa drum dan alat perkusi lainnya,” ujar Natanael Edwin, koordinator suporter Sinlui.

Menurut rencana, kebanyakan show yang disiapkan panitia juga ditampilkan sebelum pertandingan SMAN 9 versus Sinlui ini. Termasuk pengumuman nama bintang NBA yang bakal hadir di Surabaya, di final Honda DBL East Java 2009.

Meski demikian, bukan berarti tiga pertandingan sebelumnya tidak heboh. SMA Untung Suropati Sidoarjo telah menyiapkan sejumlah bus khusus untuk memboyong para suporter. Hari ini, tim putra Unsur (singkatan Untung Suropati) tampil di laga pertama, melawan SMA Ta’miriyah Surabaya.

“Unsur dipilih tampil di Opening Party termasuk kebanggaan terbesar. Bangga bisa tampil di kompetisi basket pelajar terbesar se-Indonesia. Untuk itu, kami bakal mengerahkan seisi sekolah. Dukungan itu penting, ibarat pilar dalam bangunan,” ujar Nyoman Indra Juarsa, ketua OSIS sekaligus koordinator suporter.

Untuk para suporter ini, penyelenggara memang sudah menyiapkan beberapa penghargaan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ada Supporter Award. Selain itu, ada pula gelar Supporter Terfavorit.

Hari ini, DBL Arena dijadwalkan open gate pukul 14.00 WIB. “Tapi, loket sudah buka sejak pukul 11.00. Penonton baru boleh naik ke tribun pukul 14.00,” jelas Arthur Rusli, ketua 1 Honda DBL East Java 2009 – North Region.

Arthur mengingatkan, penonton anak-anak usia di bawah delapan tahun mendapat fasilitas nonton gratis. Diskon 20 persen diberikan kepada penonton yang bisa menunjukkan STNK motor Honda jenis automatic (Vario atau Beat), bungkus besar permen Relaxa, serta buku tabungan atau kartu ATM BNI.

Dua pertandingan lain hari ini adalah tim putri SMAN 15 versus SMAN 2 Surabaya, juga tim putri SMA Frateran melawan SMA Petra 1 Surabaya.

Honda DBL 2009 gratis untuk anak-anak

Honda DetEksi Basketball League (DBL) East Java 2009 memang diselenggarakan untuk pelajar. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kompetisi basket terbesar di Indonesia ini disebut sudah bergeser menjadi tontonan keluarga.

Tahun ini, DBL Indonesia sebagai penyelenggara pun menyediakan program DBL for Kids, memberi kemudahan untuk penonton keluarga. Mulai pembukaan Sabtu besok (18/7) sampai final 15 Agustus mendatang di DBL Arena Surabaya, anak-anak boleh menonton secara gratis.

“Belakangan, semakin banyak anak-anak berminat nonton DBL. Mereka tetap datang mengajak orang tua meski tidak mendukung tim mana pun. Dengan program ini, kami berharap anak-anak semakin mudah menikmati suasana pertandingan basket yang bergengsi,” jelas Masany Audri, general manager DBL Indonesia.

Masany menjelaskan, untuk mendapatkan fasilitas gratis ini, cukup datang langsung ke DBL Arena. “Dalam satu keluarga, ada fasilitas gratis untuk anak umur di bawah delapan tahun, maksimal dua anak dalam satu keluarga,” tuturnya.

Yang duluan menyambut program ini adalah para pemain Honda DBL East Java 2009. Maklum, banyak di antara mereka punya adik yang masih kecil-kecil.

Wah, enak dong. Adikku bisa gratis nonton. Soalnya, dia setia lihat aku main basket. Dia sering nonton DBL sama Mamaku. Adikku sekarang pasti jadi lebih sering nonton DBL,” kata Aisya Arani, pemain SMAN 15 Surabaya, yang Sabtu besok tampil di Opening Party melawan SMAN 2 Surabaya. Adik Aisya, Azka Muhammad Nurrahman, memang baru berusia enam tahun.

Bukan hanya anak di bawah usia delapan tahun yang dapat fasilitas khusus. Para penonton Honda DBL East Java 2009 juga dimanjakan dengan fasilitas dari para partner.

Sejak babak penyisihan awal, 10-11 Juli lalu, panitia menyediakan diskon 20 persen untuk penonton yang bisa menunjukkan beberapa hal. Misalnya menunjukkan STNK kendaraan bermotor merek Honda jenis automatic, seperti Honda Vario dan Beat. Atau, menunjukkan satu bungkus besar Relaxa, atau buku tabungan/kartu ATM BNI.

“Setiap menunjukkan salah satu produk partner itu, penonton dapat diskon maksimal untuk empat tanda masuk,” jelas Puji Agus Santoso, basketball operation manager DBL Indonesia.

Kalau mau fasilitas lebih lagi, Puji menjelaskan, penggemar Honda DBL bisa ikut program BNI-DBL Pride Club. Ada paket Gold, bebas nonton semua pertandingan plus souvenir eksklusif. Ada pula paket Platinum, yang dibumbui bonus menarik: Ikut eksklusif dinner party bareng bintang NBA dan dapat foto bertanda tangan sang pemain.

Menurut rencana, Opening Party di DBL Arena besok bakal open gate pukul 14.00 WIB. Total ada empat pertandingan.
Yang pertama, tim putra SMA Ta’miriyah Surabaya versus SMA Untung Suropati Sidoarjo. Lalu, tim putri SMAN 15 Surabaya melawan SMAN 2 Surabaya.

Ketiga, tim putri SMA Frateran Surabaya menghadapi SMA Petra 1 Surabaya. Dan terakhir, tim putra SMA St. Louis 1 Surabaya versus SMAN 9 Surabaya.

Kemarin (16/7), tim-tim pembuka itu sudah menjalani geladi bersih di DBL Arena Surabaya. Mereka tampak sangat semangat. Maklum, tidak banyak tim bisa dapat kesempatan tampil di hari pembukaan.

“Tahun lalu, pas masih kelas X, aku mimpi tampil di Opening Party, di DBL Arena. Eh, tahun ini mimpiku jadi kenyataan. Pastinya aku seneng banget, tapi rada deg-degan juga sih,” kata Monica Francesca Liando, forward SMA Frateran.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, panitia sudah menyiapkan kemasan khusus untuk hari pembukaan. Suasana pertandingan bakal meriah dengan tampilan beberapa set layar LED plus belasan lampu moving dan century color.

“Sejak dulu, DBL telah menjadi standar penyelenggaraan pertandingan basket di Indonesia, yang kemudian banyak ditiru ajang-ajang lain. Tapi ini belum apa-apa. Yang paling heboh ketika Final East Java, 15 Agustus nanti,” jelas Puji Agus Santoso.

Dalam Opening Party, panitia juga akan mengumumkan nama pemain NBA yang bakal hadir di Final East Java, sekaligus tampil di Indonesia Development Camp 2009. Sang pemain bakal melatih bintang-bintang Honda DBL 2009, yang datang dari 15 provinsi di Indonesia.

“Banyak yang sudah penasaran. Dan jawabannya baru disampaikan saat Opening Party,” pungkas Puji.

Siap tempur 100% !


Para pelatih tim putri yang tampil di opening party Honda DetEksi Basketball League (DBL) East Java 2009 North Region besok (18/7) siap beradu strategi. Salah satunya adalah tim putri SMA Frateran Surabaya yang akan berhadapan dengan SMA Petra 1 Surabaya.

Kedua tim memang buta kekuatan lawan karena belum pernah bertemu. Justru karena belum pernah bertemu itulah, kedua tim menyatakan tertantang untuk menang. Njoo Soen Eng, pelatih Frateran, mengatakan bakal mengembalikan permainan Frateran seperti DBL 2007.

Saat itu mereka mengandalkan passing-passing cantik yang tak hanya enak ditonton, namun juga akurat untuk mengecoh lawan. ”Saya memotivasi tim untuk kerja keras. Karena kami kan nggak tahu musuh seperti apa. Jadi, saya memantapkan strategi kami, yaitu passing akurat dan teamwork,” ujar Yong Yong, sapaan akrab Njoo Soen Eng.

Yong Yong melanjutkan, untuk tampil di opening, timnya membutuhkan mental yang kuat. ”Makanya, kami nggak boleh ada beban. Harus konsen menerapkan strategi yang sudah mantap ini.Yang penting main bagus dulu,” jelas Yong Yong.
Pihak lawan, Petra 1, mengaku juga sudah siap menerapkan strategi andalan mereka pada opening party besok. Mereka akan menerapkan strategi full press dari awal untuk menekan lawan.

”Kami memang belum pernah bertemu dengan Frateran. Tapi, dari kabar yang kami dengar, materi pemain mereka setingkat di atas kami. Berarti kami harus main ngotot dan total dari awal. Jangan sampai lengah,” tandas Eko Firmantyo, sang pelatih.
Permainan full press juga bakal disuguhkan pelatih tim putri SMAN 2 Surabaya (Smada). Pada opening party besok,

mereka akan berhadapan dengan tim putri SMAN 15 Surabaya. Menghadapi Libels (sebutan SMAN 15 Surabaya), Smada menegaskan juga bakal menggebrak sejak awal. ”Mental pemain bakal diuji saat opening. Makanya, kami harus pressing dari awal. Biar mental lawan turun,” ucap Caesar Mario Ramadhan, pelatih Smada.

Tim putri Smada telah mengenal gaya permainan Libels karena pernah bertemu pada kompetisi di luar DBL. ”Kami memang menang waktu itu. Tapi, kami tetap tak boleh meremehkan lawan. Apa pun bisa terjadi di lapangan. Kami tetap berusaha semaksimal mungkin pada opening besok,” jelas Mario.

Dari kubu Libels, Tommy Permadi, sang pelatih, juga telah mematangkan persiapan timnya dalam menghadapi opening party. ”Kami telah belajar dari kesalahan waktu itu. Smada punya teknik permainan cepat, ngotot, dan pasti. Kami akan mengatasinya dengan koordinasi teamwork yang solid,” terang Tommy.

Pada opening party di DBL Arena besok (open gate pukul 14.00 WIB), total akan dihelat empat pertandingan. Dua laga putra dan dua laga putri.

Pada pertandingan pertama, tim putra SMA Ta’miriyah Surabaya akan berhadapan dengan SMA Untung Suropati Sidoarjo. Pertandingan dilanjutkan dengan laga tim putri, yakni SMAN 15 Surabaya melawan SMAN 2 Surabaya.

Kemudian, tim putri SMA Frateran Surabaya menghadapi SMA Petra 1 Surabaya. Hari pembukaan itu lantas ditutup dengan duel bergengsi, tim putra SMA St Louis 1 Surabaya versus SMAN 9 Surabaya.

Duel Cerdik 2 kapten


Tim putra SMA St Louis 1 Surabaya dan SMAN 9 Surabaya akan tampil habis-habisan dalam opening party Honda DBL East Java 2009 North Region besok (18/7). Sinlui, julukan SMA St Louis 1, sudah menyiapkan banyak variasi dalam defense maupun offense. Dengan begitu, mereka optimistis bisa menerobos pertahanan Songo, julukan SMAN 9.

”Sebenarnya, kami sudah pernah bertemu sebelum DBL. Tapi, waktu itu permainan mereka masih mengandalkan Arwan. Setelah ditinggal dia, kami belum pernah bertemu lagi. Jadi, kami nggak tahu tipe permainan mereka besok bagaimana,” ucap Lena, pelatih Sinlui.

Hal senada dikatakan Ade Firman Triangga, kapten Songo. Timnya sudah berusaha menggenjot fisik dan memantapkan teknik. Songo tinggal melihat bagaimana permainan Sinlui besok, kemudian memilih pola serang dan bertahan yang sesuai untuk melawan mereka.

”Yang paling penting sih persiapan mental saya dan teman-teman. Kami harus punya mental bertanding yang kuat dulu supaya bisa menerapkan macam-macam strategi dengan baik,” lanjut Ade.

Ada satu hal unik dari pertandingan besok. Untuk bisa memenangi pertandingan tersebut, tampaknya kedua tim sama-sama mengandalkan sang kapten. Sebab, Ade maupun Wendra Wongsaputra (kapten Sinlui) sama-sama bertugas sebagai playmaker. Mereka berperan vital dalam mengatur serangan timnya.

Pelatih memang berperan dalam memberikan instruksi dari luar lapangan. Namun, tetap para pemain yang mengeksekusi instruksi tersebut. Dengan demikian, kapten masing-masing harus saling adu cerdik dalam memimpin teman-teman setimnya.
Menurut Lena, masih ada faktor lain yang sangat berpengaruh.

Dalam laga biasa, seorang pemain mungkin bisa menunjukkan kehebatan sejak awal pertandingan. Tapi, bertanding di opening party Honda DBL punya sense berbeda. Jika tidak kuat mental, siap-siap saja tak bisa mengeluarkan kemampuan maksimal.

”Secara materi, tim kami memang sudah lebih dari siap. Tapi, kami nggak bisa bohong kalau main di opening sensasinya berbeda. Maka, semuanya tergantung bagaimana mental bertanding anak-anak besok,” ujar Lena.

Tidak Sabar ramaikan opening party 18 Juli nanti

15 Juli 2009

Semangat menyambut Honda DBL East Java 2009 North Region semakin terasa. Kemarin (14/7) giliran SMAN 15 Surabaya dan SMA Santa Agnes, Surabaya, yang mendapatkan kesempatan lebih dekat dengan Honda DBL 2009.

Para siswa tampak antusias atas kunjungan panitia Honda DBL East Java 2009 North Region. Cuaca yang panas tidak menjadi penghalang bagi pelajar SMAN 15 Surabaya untuk memeriahkan road show Honda DBL East Java 2009 North Region tersebut. Acara dibuka dengan bagi-bagi hadiah. Kemudian, ada penampilan tim yel-yel SMAN 15.

Acara kemarin bertepatan dengan masa orientasi sekolah sehingga sekaligus menjadi ajang perkenalan tim basket dan yel-yel kepada para siswa baru. ”Wow, tim putri Libels bakal main di opening DBL, ya? Nggak salah emang aku sekolah di Libels,” celetuk Ilham Fahmi Kurniawan, salah seorang siswa baru. Fahmi, panggilan akrab Ilham Fahmi Kurniawan, dulu menjadi penonton setia Honda DBL 2008 seri Mataram.

”Tahun lalu waktu masih sekolah di SMPN 7 Mataram, aku suka datang lihat pertandingannya. Soalnya seru-seru. Nah, Mataram aja udah keren, apalagi yang di Surabaya. Aku harus datang,” imbuh Fahmi. Para siswa semakin semangat ketika diadakan games free throw conga. Mereka berebut mendekat dan penasaran dengan games seru tersebut. ”Jadi mantap mau masuk tim basket. Biar tahun depan bisa ikutan DBL,” ujar Gerry Anes Ratulangi. Tahun lalu Gerry adalah anggota yel-yel dari SMP Santo Yosef, Surabaya.

Selain di SMAN 15, road show kemarin diadakan di SMA Santa Agnes, Surabaya. Kekaguman kepada tim sekolah membuat mereka bertekad datang. ”Seru lihat teman-teman main di DBL Arena seperti lihat pemain profesional. Nggak boleh melewatkan satu pun pertandingan,” cuap Yonathan Febrian, siswa kelas XI IPS SMA Santa Agnes, Surabaya.

Hari ini road show Honda DBL East Java 2009 North Region akan mengunjungi SMA Untung Suropati, Sidoarjo, serta SMA Ciputra, Surabaya.

Tahun yang paling sulit ditebak

14 Juli 2009


 Kompetisi basket pelajar terbesar, Honda DetEksi Basketball League (DBL) East Java 2009, diprediksi bakal menjadi yang paling kompetitif. Sejak kali pertama diselenggarakan pada 2004, belum pernah ada persaingan merata seperti sekarang, tanpa satu pun kandidat juara yang menonjol.
Menurut DBL Indonesia sebagai penyelenggara, mungkin ada lebih dari sepuluh SMA yang berpelang meraih gelar tertinggi di kompetisi yang berlangsung 18 Juli hingga 15 Agustus ini.

“Mungkin, ada lebih dari sepuluh tim yang berpeluang menjadi juara East Java tahun ini. Sebab, banyak nama yang muncul ketika kita keliling menanyakan kandidat kuat juara. Dan berdasarkan pemantauan, memang tidak ada satu pun tim yang sangat menonjol. Putra maupun putri,” kata Azrul Ananda, commissioner DBL.
Sejak kompetisi ini dimulai pada 2004, jelas Azrul, selalu ada tim putra atau tim putri yang diunggulkan banyak orang. Seperti tim putra SMA Petra 4 Sidoarjo atau tim putri SMA YPPI 2 Surabaya. “Mungkin yang putra seru, tapi yang putri dominan. Atau yang putri seru, yang putra dominan,” ucapnya. “Tahun ini, peta kekuatan benar-benar seperti peta buta,” tandasnya.

Hasil drawing (pembagian grup) Minggu lalu (12/7) membuat persaingan semakin seru. Khususnya di kawasan North, yang akan bertanding di DBL Arena Surabaya. Hasilnya benar-benar merata. Tim-tim yang dianggap kuat bisa dibilang menyebar. Kalau di kawasan South, yang bertanding di Malang, memang muncul beberapa “grup neraka.” Tapi, pada dasarnya, tetap sulit menebak siapa bakal menjadi juara kawasan tersebut.

Para pelatih pun mengakui meratanya persaingan tahun ini. “Pertandingan-pertandingan tahun ini bakal seru. Tidak ada tim yang menonjol, tidak ada pemain yang terkesan super. Saya tidak akan kaget kalau banyak pertandingan berakhir dengan skor tipis,” ujar Soewondo, pelatih yang tahun lalu mengantarkan tim putri SMA Ciputra Surabaya menjadi juara. Lena, pelatih SMA St. Louis 1 Surabaya, punya pendapat serupa. “Tahun ini nggak bisa diprediksi siapa jadi juara. Tiap tim punya peluang. Tinggal bagaimana cara tim menaikkan mental saja. Siapa yang paling siap, dia yang juara,” ujarnya.

Sengit sejak Pembukaan


Karena persaingan bakal sengit, setiap pertandingan pun bakal sangat berharga. Sejumlah pertandingan bergengsi pun disiapkan panitia untuk Opening Party (hari pembukaan) North Region, Sabtu, 18 Juli ini di DBL Arena. Total ada empat pertandingan di hari pembukaan itu. Dua laga putra, dua laga putri.
Pada pertandingan pertama, tim putra SMA Ta’miriyah Surabaya akan berhadapan dengan SMA Untung Suropati Sidoarjo. Dilanjutkan dengan laga putri, SMAN 15 Surabaya melawan SMAN 2 Surabaya.

Kemudian, giliran tim putri SMA Frateran Surabaya menghadapi SMA Petra 1 Surabaya. Hari pembukaan itu lantas ditutup dengan duel bergengsi, tim putra SMA St. Louis 1 Surabaya versus SMAN 9 Surabaya. Untuk hari pembukaan, tim-tim itu pun berupaya melakukan persiapan maksimal. Baik untuk pemain maupun pendukung.
“Materi pemain kami seimbang. Untuk komposisi maupun skill sama kuat. Tinggal memantapkan mental saja. Tinggal menunggu siapa yang mentalnya lebih kuat,” ujar Gunawan Budi Sugianto, pelatih Untung Suropati.

Pihak lawan, SMA Ta’miriyah, juga mengaku lebih mempersiapkan mental bertanding. Supaya makin semangat, para pemain mencoba menggalang dukungan suporter sebanyak-banyaknya secara terorganisir, lewat OSIS. ”Yang penting kami harus menaikkan mental dulu. Soalnya, tanding di opening bikin merinding. Makanya, kami mau minta bantuan teman-teman biar mental dan semangat tanding kami naik,” ujar Nabil Zakariah, pemain andalan SMA Ta’miriyah.

Pembukaan Honda DBL East Java 2009 di DBL Arena dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB. Pada hari itu, penyelenggara juga akan mengumumkan nama bintang NBA yang bakal hadir di Final East Java, 15 Agustus mendatang. Bersama dua orang asisten pelatih NBA, pemain bintang itu juga akan tampil di Indonesia Development Camp 2009. Pada 16-18 Agustus, mereka akan memberi materi latihan kepada para pemain terbaik Honda DBL 2009, yang datang dari 15 provinsi di Indonesia. “Kalau penasaran siapa pemain yang akan datang. Videonya bakal ditampilkan di Opening Party. Dia pemain hebat, bisa mencetak 50 poin dalam satu pertandingan,” kata Azrul Ananda.

GRAFIS

Opening Party

Honda DBL 2009 East Java Series

DBL Arena,18 Juli 2009

SMA Ta’miriyah Surabaya v SMA Untung Suropati Sidoarjo Putra
SMAN 15 Surabaya v SMAN 2 Surabaya Putri
SMA Frateran Surabaya v SMA Petra 1 Surabaya Putri
SMA St. Louis 1 Surabaya v SMAN 9 Surabaya Putra



 

Hadiah plus untuk penonton


Sejak kali pertama diadakan pada 2004, Deteksi Basketball League (DBL) tidak hanya menawarkan pertandingan basket. Penyelenggara tidak menginginkan konsep acara yang monoton. Untuk itu, panitia juga menyiapkan sejumlah supporting event bagi pemain maupun penonton. Berikut ini beberapa supporting event yang bisa diikuti pada Honda DBL East Java 2009-North Region.

BNI Taplus Half-Court Shot
Permainan ini dikhususkan bagi penonton dan baru dimulai saat memasuki babak playoff. Dalam BNI Taplus Half-Court Shot, peserta tinggal menembakkan bola dari garis tengah lapangan. Jika berhasil memasukkan bola, peserta berhak mendapatkan Rp 1 juta. Namun, jika bola menyentuh ring atau papan, peserta mendapat hadiah berturut-turut sebesar Rp 150 ribu dan Rp 50 ribu.

Honda Tic Tac Toe
Games ini ditujukan bagi suporter yang berada di tribun. Setiap game, akan bertanding dua tim. Tim pertama yang berhasil membentuk garis lurus (vertikal, horizontal, atau diagonal) pada papan Honda Tic Tac Toe keluar menjadi pemenang. 
Setiap hari selama babak penyisihan grup, akan diadakan minimal satu pertandingan. Total ada 16 pemenang harian yang akan saling menggugurkan di babak playoff. Honda Tic Tac Toe memperebutkan juara satu dan dua dengan hadiah berturut-turut Rp 250 ribu dan Rp 150 ribu.


Red-A Face in The Crowd
Setiap hari akan dipilih penonton cewek yang berdandan cantik saat menonton tim kesayangan bertanding. Dia berhak dinobatkan sebagai pemenang harian. Para pemenang harian tersebut akan mengikuti audisi untuk bisa terpilih menjadi salah seorang di antara 10 finalis. Dari kesepuluh finalis itu, akan dipilih juara satu, dua, dan tiga yang ditentukan berdasar hasil polling SMS.

Beat Team Challenge
Dalam permainan Beat Team Challenge, dua tim akan saling beradu kekompakan. Setiap tim terdiri atas satu pemain putra, satu pemain putri, dan seorang ofisial dari satu sekolah yang sama. Inti permainan itu adalah memperebutkan bendera Honda di tengah lapangan. Beat Team Challenge memperebutkan juara satu, dua, dan tiga dengan hadiah berturut-turut Rp 1 juta, Rp 500 ribu, dan Rp 250 ribu. Pertandingan diadakan selama playoff hingga final party.


Flexi Three Point Contest
Tiap sekolah boleh mendaftarkan satu pemain putra dan putri untuk adu jitu menembak tiga angka. Pemenang ditentukan berdasar poin terbanyak. Bola-bola itu disusun pada 5 titik berbeda. Pada tiap titik terdapat 4 game ball dan 1 jackpot ball. Tentu saja jackpot ball memiliki poin lebih tinggi. 
Juara satu, dua, dan tiga Flexi Three Point Contest mendapatkan uang tunai berturut-turut Rp 300 ribu, Rp 200 ribu, dan Rp 150 ribu. Pertandingan akan dilangsungkan selama playoff hingga final party.

Relaxa Skill Contest
Relaxa Skill Contest dimainkan satu pemain putra dan satu pemain putri dari satu sekolah yang sama. Para pemain yang bertanding memperebutkan satu bendera Relaxa. Relaxa Skill Contest dilangsungkan selama playoff hingga final party. Peserta memperebutkan juara satu, dua, dan tiga dengan hadiah berturut-turut Rp 750 ribu, Rp 500 ribu, dan Rp 300 ribu.

Semangat dukung sekolah


Suasana meriah dan penuh canda mewarnai road show Honda Deteksi Basketball League (DBL) East Java 2009 kemarin (13/7). Sekolah yang dikunjungi pada hari pertama road show itu, SMA Frateran, Surabaya, dan SMA Cita Hati, Surabaya, sangat antusias menyambut acara tersebut. Di SMA Frateran, acara dibuka dengan penampilan tim yel-yel sekolah. Lalu, acara dilanjutkan dengan perkenalan tim basket dan games. Tidak lupa, panitia menyebutkan prestasi tim basket dan yel-yel sekolah itu di DBL. Beberapa pelajar menyatakan kagum dengan kehebatan sekolahnya. 

Mendengar informasi dari panitia, para guru dan siswa menjadi lebih bersemangat mendukung tim sekolahnya. Banyak yang tidak percaya ketika mengetahui Fratz, julukan SMA Frateran, mendapatkan kehormatan bertanding di opening party pada 18 Juli 2009. ”Ya ampun! Pokoknya, nggak boleh sampai nggak datang deh! Tim basket sama yel-yelnya hebat-hebat gini. Rugi dong kalau mereka nggak menang gara-gara kalah suporter sama musuh,” ungkap Novi Angelia, pelajar kelas X di SMA Frateran.

Frater Norbetus, kepala SMA Frateran, memberikan respons positif. Beliau sangat mendukung tim basket dan yel-yel sekolah tersebut. ”Sekolah kami sangat antusias menyambutnya. Saya pastikan antusiasme itu terbawa sampai ke opening party nanti. Pokoknya, sekolah full support,” ungkap Frater Norbetus.
Gairah yang sama merembet sampai sekolah Cita Hati, Surabaya. Siswa SMP dan SMA Cita Hati kemarin takjub melihat aksi tim yel-yel dan tim basket putra sekolahnya. 

”Wah, CH (julukan Cita Hati, Red) memang keren! Nanti, kalau mereka tanding, pasti aku datang mendukung supaya mereka lebih semangat main. Go CH, go CH, go!” seru Stephanie, siswa kelas XII. Road show Honda DBL East Java 2009 hari ini akan diadakan di SMA Santa Agnes, Surabaya, dan SMAN 15 Surabaya. Sedangkan besok giliran SMA Ciputra, Surabaya, dan SMA Untung Suropati, Sidoarjo, yang dikunjungi. 

Lega bisa lolos, deg-degan drawing

13 Juli 2009


 Sebanyak 16 tim boleh bernapas lega. Setelah sukses di babak penyisihan awal, mereka berhak lolos ke babak utama Honda DetEksi Basketball League (DBL) East Java 2009.

Namun, mereka juga deg-degan. Sebab, Minggu siang ini (12/7) mereka langsung menjalani technical meeting terakhir sekaligus drawing pembagian grup. Sukses mereka di babak utama bisa ditentukan siang ini. Kalau undian nyaman, prospek sukses ada di depan mata. Kalau masuk grup neraka, babak utama bakal terasa sangat berat.

Di hari terakhir penyisihan awal di DBL Arena kemarin (11/7), sebelas pertandingan diselenggarakan sejak pagi sampai malam. Tadi malam, mendekati pukul 21.00 WIB, tim putri SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo menjadi tim terakhir yang berhasil lolos. Mereka mengalahkan SMAN 14 Surabaya, 15-8. 

Sebanyak 36 tim SMA bertanding di babak penyisihan awal. Terdiri atas 16 tim putra, 20 tim putri. Daftar lengkap 16 tim yang lolos, lihat di bagian belakang tulisan ini. Meski lolos, seperti disinggung di atas, banyak pemain mengaku tetap nervous. Mereka praktis tak punya waktu untuk menikmati sukses babak penyisihan awal. Siang ini, mereka kembali mengadu nasib.

”Memang sih kami menang. Tapi leganya cuma sesaat saja. Sekarang jadi kepikiran menghadapi drawing,” aku Bayu Prihandoko, pelatih tim putri SMAN 1 Waru Sidoarjo, yang kemarin menang atas SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo.
Trianggono Budi Hartanto, kapten tim putra SMA Dr. Soetomo Surabaya, bahkan merasa bakal sulit tidur. ”Sepertinya bakal nggak bisa tidur memikirkan drawing. Sekarang, aku dan teman-teman hanya bisa berdoa supaya dapat keberuntungan,” ucapnya.

Honda DBL East Java 2009 dibagi dalam dua wilayah. Kawasan North bertanding di DBL Arena Surabaya antara 18 Juli hingga 12 Agustus. Sebanyak 96 tim berlaga di babak utama North, terdiri atas 64 tim putra dan 32 tim putri.
Sedangkan kawasan South bertanding di GOR Ken Arok Malang, 25 Juli hingga 11 Agustus. Total ada 48 tim di wilayah ini, terdiri atas 32 tim putra dan 16 tim putri. Nantinya, juara North bakal bertemu juara South di DBL Arena Surabaya pada 15 Agustus, memperebutkan gelar juara East Java.

Hari ini, technical meeting dan drawing untuk kedua kawasan diselenggarakan bersamaan. Kawasan North di DBL Arena (mulai pukul 13.00), kawasan South di Gedung Serbaguna MPM Honda Malang (mulai pukul 10.00). Di Jawa Timur, kompetisi ini memakai sistem pembagian grup. Setiap grup terdiri atas empat tim. Nantinya, juara grup lolos ke babak playoff, mencoba saling menyisihkan menuju final dan juara.

Karena tidak ada status unggulan di Honda DBL, maka pembagian grup murni berdasarkan keberuntungan peserta. ”Saya akan meminta pemain yang tangannya ’wangi’ untuk mengambil nomor. Semoga masuk satu grup dengan tim yang sudah kami kenal,” kata Bayu Prihandoko.

Nonton dan Refreshing

Pada hari terakhir penyisihan awal kemarin (11/7), sekitar 2.000 penonton kembali mengalir masuk DBL Arena. Seperti pada hari pertama, suasana keluarga kembali terasa. Banyak orang tua datang mendukung anaknya bertanding. Banyak pula keluarga yang datang dengan alasan refreshing.

”Hebat. Selama menonton basket, baru kali ini saya lihat ada kompetisi serapi ini. Pertandingan berjalan dengan disiplin. Padahal baru kali ini saya nonton DBL, tapi langsung jatuh hati,” aku Lili Kurniawati, 37, ibu dari Mitchelliniy Maretasari, pemain SMAN 2 Sidoarjo.

Dari barisan keluarga non-suporter, ada keluarga Deddy Ary. Pria 30 tahun itu datang bersama istri, Nuri Purwaningsih, 32, dan putri yang baru berumur tiga tahun, Sashikirana. ”Ini nih, Luna (panggilan Sashikirana, Red) yang merengek mau datang. Dia kan sering lewat gedung DBL Arena. Penasaran kok hari ini ramai banget. Ya kita turutin saja. Eh, dia justru nggak mau pulang, keasyikan nonton basket,” aku Nuri.

Pihak panitia dari DBL Indonesia mengaku senang melihat respons penonton di babak penyisihan awal ini. ”Meski belum terlalu heboh, tapi sudah jauh lebih ramai dari babak yang sama tahun-tahun sebelumnya. Padahal, kami belum menyuguhkan show penuh. Ini benar-benar pertanda baik untuk babak utama, yang bakal disuguhkan lebih menghibur,” kata Masany Audri, general manager DBL Indonesia.

YPPI 1 akhirnya bisa lolos ke babak utama

Duel SMA YPPI 1, Surabaya, dan SMA Cita Hati, Surabaya, kemarin (11/7) berlangsung seru. Pada partai penentuan tersebut, YPPI 1 harus berjuang keras menghadapi tim Cita Hati. Sebab, tim Cita Hati tampil habis-habisan dalam babak penyisihan awal itu. Sejak awal, pertandingan tersebut berlangsung panas.

Dua tim tersebut menerapkan defense ketat. Karena itu, poin pertama baru tercetak pada menit ketiga babak pertama. Tim Cita Hati membuka skor terlebih dahulu lewat tembakan Yosephine Wibisono, sang kapten. Merasa kecolongan, tim YPPI 1 membalas dengan tembakan tiga angka kaptennya, Cynthia Charista.

Setelah itu, tim Cita Hati berusaha menguasi permainan dengan passing-passing pendek. Yosephine dkk juga menerapkan beberapa serangan balik yang cepat. Sayang, mereka banyak membuang peluang bagus untuk mencetak poin. 
Sementara itu, trisula YPPI 1, Cynthia Charista, Stephanie Suharto, dan Angela Valentine, terus menggedor pertahanan tim Cita Hati. Mereka melakukan tembakan-tembakan yang terus mendulang poin demi poin. Di pihak Cita Hati, Yosephine mencetak seluruh poin timnya pada babak pertama. Babak itu berakhir dengan skor 14-7 untuk keunggulan tim YPPI 1.

Memasuki babak kedua, YPPI meningkatkan tempo serangan. Tim tersebut terus mencetak poin. Sementara itu, pemain andalan Cita Hati, Yosephine, terpaksa ditarik ke bench karena kondisinya tidak fit. Tim YPPI 1 pun semakin jauh meninggalkan poin Cita Hati. 

Tim Cita Hati tak mau menyerah begitu saja. Mereka tetap berjuang keras hingga detik terakhir. Namun, kekuatan YPPI 1 belum terbendung. Pertandingan berakhir dengan skor 31-13 untuk kemenangan YPPI 1. Meski pasukannya kalah, para pendukung Cita Hati memberi standing applaus untuk timnya. Semangat Yosephine dkk diakui pelatih tim lawan. ”Semangat lawan dalam berjuang kami acungi jempol. Rebound mereka juga bagus. Namun, tim kami menang di akurasi shoot,” ujar Ong Loka Ongkodjojo menjelaskan kunci kemenangan YPPI 1.

Tim Cita Hati menjadikan pertandingan kali ini sebagai pelajaran untuk tahun depan. ”Tadi kami sudah bermain maksimal, walaupun sedang nggak fit. Tim kami masih ada yang kelas satu. Sekarang mempersiapkan buat tahun depan saja,” tutur Yosephine. Berakhir sudah babak penyisihan awal Honda DBL East Java 2009. Tim-tim yang lolos ke babak utama langsung menghadapi drawing hari ini di DBL Arena Surabaya.

Tinggal selangkah lagi hadapi tim Aussie

04 Juli 2009


Tinggal selangkah lagi, akan terpilih tim DBL Relaxa U-16. Semangat ingin terpilih itu terlihat pada 38 pemain yang mengikuti seleksi hari kedua di DBL Arena Surabaya kemarin (2/7). Dari 38 pemain itu, sebanyak 12 putra dan 12 putri akan dipilih untuk bertanding melawan tim muda dari Broome Basketball Association, Australia Barat, pada 8 Agustus 2009. 

Seleksi hari kedua kemarin secara teknis terdiri dari tiga sesi. Namun, tim pelatih yang terdiri dari Soewondo (head coach), Benny Imawan, Njoo Soen Eng, Endro Rosani, dan Kristi Yunis Annisah memberi porsi yang lebih tinggi dan lebih berat daripada hari pertama (30/6).

Pada hari pertama, para pelatih lebih menekankan pada basic skill. Yaitu passing, shooting, dan dribbling. Hari kedua kemarin model latihannya lebih variatif. Para pelatih menambahkan halang rintang untuk melihat kemampuan teknik para peserta.

Para peserta pun menunjukkan progress yang signifikan. Ketahanan fisik dan basic skill yang jadi masalah di hari pertama sudah teratasi. Mereka mulai berani unjuk gigi menampilkan yang terbaik.

”Sebenarnya, skill para peserta memang sudah diatas rata-rata. Hanya saja, kemarin mereka masih canggung. Nah, hari ini mereka sudah berani menampilkan kekuatan terbaik. Teknik membaik daripada hari pertama. Semangat bersaing mereka juga sudah terlihat,” ujar Benny Imawan, salah satu pelatih yang memandu seleksi ini.

Meski lebih berat, para peserta justru lebih semangat menjalani seleksi hari kedua. Hal ini dikarenakan, mereka rata-rata sudah tidak sabar untuk dapat terpilih dalam tim DBL Relaxa U-16. Para pemain tampak lebih enjoy dalam menjalani seleksi kedua kemarin.

”Kan seleksinya tinggal sehari lagi! Jadi, aku hari ini (kemarin, Red.) harus nunjukkin kemampuan terbaikku, biar bisa kepilih ngelawan tim Aussie. Walaupun seleksi hari ini lebih capek, tapi lebih fun! Soalnya, kita udah saling kenal,” ujar Karra Sugianto, pemain dari SMP Mutiara Bunda Sidoarjo.

Setelah ini, masih ada seleksi terakhir yang akan berlangsung Minggu (5/7) besok. Pada seleksi terakhir ini tim pelatih akan fokus mengadakan pertandingan.

”Untuk fisik dan teknik sudah kami uji selama dua hari. Jadi, seleksi terakhir besok, kami hanya tinggal menguji teamwork,” ujar Soewondo, selaku headcoach. ”Karena, tantangan terberat kami adalah menyatukan strategi. Sebab, mereka membawa teknik pertandingan berbeda dari sekolah masing-masing.” lanjut Soewondo.

Setelah tiga hari proses seleksi, barulah panitia DBL Indonesia akan menentukan siapa yang masuk tim DBL Relaxa U-16. Hasil seleksinya akan diumumkan pada Rabu (8/7) mendatang.

Tim dari Broome dijadwalkan berada di Surabaya pada 1-9 Agustus. Pertandingan eksibisi internasional melawan DBL Relaxa U-16 direncanakan berlangsung pada 8 Agustus di DBL Arena, bersamaan dengan babak Fantastic Four (semifinal) SMA Honda DBL 2009. Selain bertanding melawan tim resmi DBL, mereka juga akan bertanding melawan sejumlah tim dan mengunjungi beberapa sekolah

323 tim mendaftar, 258 tim yang diterima

16 Mei 2009



Peserta Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2009 seri Jawa Timur benar-benar membeludak. Total 323 tim SMA dan SMP telah mendaftarkan diri sejak 4 Mei lalu. Padahal, kapasitas kompetisi terbatas, panitia hanya siap menerima 258 tim.

Sebanyak 116 tim SMA bakal berlaga di wilayah North (Surabaya), 48 lainnya di South (Malang). Sisanya, 94 tim, adalah peserta SMP dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

“Setiap tahun, kami selalu kagum atas antusiasme peserta. Tahun lalu, sebanyak 283 tim mendaftar, 266 di antaranya diterima. Tahun ini, kami harus mengurangi sedikit kuota, karena jadwal yang tidak memungkinkan. Kami benar-benar mohon maaf,” kata Masany Audri, general manager DBL Indonesia.

Masany menjelaskan, majunya jadwal puasa membuat kompetisi tahun ini harus dipecah. Biasanya, kompetisi SMP diselenggarakan di tengah-tengah kompetisi SMA. Karena hari tidak cukup, kompetisi SMP pun dimundurkan hingga bulan Oktober. Sedangkan kompetisi SMA tetap berlangsung selama kurang lebih sebulan, antara 18 Juli hingga 15 Agustus.

“Pada 16 hingga 18 Agustus langsung disambung dengan Indonesia Development Camp 2009, even bersama DBL dengan NBA. Tanggal 20 Agustus sudah mulai bulan puasa,” terang Masany.

Sebenarnya, lanjut Masany, DBL Indonesia sudah berupaya menjaga agar jumlah peserta minimal sama dengan tahun lalu. Tapi, harinya memang tidak cukup. “Ini saja kami sudah memaksakan sampai sepuluh pertandingan dalam sehari,” tandasnya.

Untuk menyaring peserta, DBL Indonesia melihat track record peserta pada tahun-tahun sebelumnya. Mulai prestasi, partisipasi, sampai kecepatan dalam mendaftar atau melengkapi persyaratan pendaftaran.

“Prestasi pada DBL tahun-tahun sebelumnya merupakan salah satu pertimbangan utama. Kami sudah mengirimkan surat balasan kepada tim-tim yang sudah mengajukan surat ingin ikut serta. Apakah mereka diterima atau tidak,” kata Puji Agus Santoso, manager basketball operation DBL Indonesia.

Salah satu tim yang tidak tertampung itu adalah SMA Stella Maris Surabaya. “Kami sedih tidak bisa diterima tahun ini. Tapi tidak apa-apa. Kami tetap berniat ikut tahun depan. Kami akan menyiapkan tim sebaik mungkin untuk tahun depan,” ucap Agus Septian Cannaga, anggota tim Stella Maris.

Bagi tim-tim yang tidak tertampung, DBL Indonesia mencoba meredam kekecewaan. Rencananya, pada Januari atau Februari 2010 nanti, akan diselenggarakan kompetisi resmi Road To DBL. Pesertanya adalah tim-tim yang tidak tertampung ini, khususnya tim-tim yang belum pernah ikut di kompetisi ini.

“Formatnya seperti apa masih akan kami matangkan. Kami ingin memberi kesempatan untuk sebanyak mungkin tim bertanding,” kata Masany Audri.

Menurut jadwal, babak kualifikasi Honda DBL 2009 seri Jawa Timur akan diselenggarakan 10-11 Juli mendatang di DBL Arena Surabaya. Babak utama wilayah North berlangsung 18 Juli-12 Agustus, sementara wilayah South bertanding 25 Juli-11 Agustus.

Juara wilayah North akan bertemu juara South di Final Jawa Timur, di DBL Arena Surabaya, 15 Agustus. Final Jawa Timur itu akan dihadiri oleh seorang bintang NBA.

“Jadwal ini untuk tim-tim SMA. Yang SMP akan kami sampaikan tidak lama lagi. Yang pasti, kompetisi SMP diselenggarakan bulan Oktober,” tegas Masany


Antre Empat Hari demi Daftar DBL

05 Mei 2009



Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2009, kompetisi basket yang diprakarsai Jawa Pos Group, bukan hanya yang terbesar di Indonesia. Kompetisi pelajar ini juga layak disebut sebagai yang paling aneh. Bagaimana tidak. Hanya untuk mengamankan tempat sebagai peserta, banyak yang rela menginap sampai empat hari!

“Keanehan” ini terjadi di Surabaya, tempat kompetisi ini bermula pada 2004 lalu. Secara resmi, pendaftaran baru dibuka pukul 00.00 WIB dini hari tadi (masuk ke 4 Mei). Namun, beberapa peserta sudah antre menunggu di Graha Pena Surabaya –tempat pendaftaran-- sejak Kamis, 30 April lalu!

“Sejak beberapa tahun lalu, seperti ada tradisi berlomba menjadi pendaftar pertama di DBL Jawa Timur. Mulanya, banyak yang datang beberapa jam sebelum tengah malam yang menandai tanggal pendaftaran. Tahun lalu, ada tim yang sampai menginap di Graha Pena. Dan tahun ini, ada yang rela menginap sampai empat hari,” kata Azrul Ananda, commissioner DBL

Azrul menambahkan, bahwa tahun ini ada yang masih mau menginap merupakan sesuatu yang luar biasa. Pada tahun-tahun sebelum ini, pendaftaran memang berdasarkan first come, first serve. Tahun lalu, ratusan sekolah pun memperebutkan 266 jatah tim peserta yang tersedia.

Tahun ini, untuk mengantisipasi membeludaknya peserta di hari pertama pendaftaran, panitia sebenarnya sudah menerapkan sistem undangan. “Tapi tetap saja mereka ingin menjadi pendaftar pertama. Di Indonesia, bahkan mungkin di dunia, saya yakin tidak ada kompetisi basket yang antusiasmenya sehebat ini,” kata Azrul.

Tim pertama yang datang untuk antre itu datang dari SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo. Kamis malam lalu (30/4, sekitar pukul 19.30), mereka sudah datang di lobi ruang redaksi Jawa Pos di lantai 4 Graha Pena Surabaya.
Berbagai kelengkapan pendaftaran sudah dibawa, plus berbagai perlengkapan pengusir bosan. Seperti makanan, berbagai permainan, dan laptop.

“Kami tak sabar ingin jadi pendaftar pertama. Tahun lalu, kami tahu ada yang menginap sehari sebelum pendaftaran. Buat jaga-jaga biar tidak keduluan tim lain, kami menginap dari jauh-jauh hari,” kata Bambang Setyawan, pelatih SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo yang mengantarkan timnya ke Graha Pena.

Untuk menjaga antrean, mereka berbagi shift. Ada yang siang, ada yang malam. Kebetulan, pelajar kelas X dan XI memang sedang liburan.

Ternyata, SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo bukan satu-satunya yang ingin datang sedini mungkin. Sehari kemudian (Jumat, 1 Mei), beberapa tim lain ikut datang ke Graha Pena.

Antara lain tim SMAN 1 Puri Mojokerto, SMAN 15 Surabaya, dan SMA Santa Agnes Surabaya. Tim SMA Petra 5 Surabaya, yang tahun lalu menjadi pendaftar pertama setelah menginap 24 jam, sebenarnya juga datang pada hari Jumat itu. Tapi, begitu sadar mereka bukan lagi yang pertama, anak-anak Petra 5 pun “menyerah” dan memutuskan pulang.

Bagi SMAN 1 Puri Mojokerto, ini adalah tahun kedua mereka keduluan mengejar nomor pertama. Tahun lalu, mereka hanya kalah dari Petra 5. Begitu tahu nomor dua lagi, mereka sebenarnya agak kecewa.

“Seandainya kami ke sini Kamis, pasti kami jadi yang pertama ya,” ucap Erhanda Pungky, pemain Puri. Erhanda menjelaskan, sebenarnya mereka sempat ingin datang hari Kamis. Sayang, waktu itu timnya masih ada pertandingan di Mojokerto.

Tadi malam, sebelum pendaftaran dibuka pukul 00.00 WIB, lantai 4 dan 5 Graha Pena pun seperti “bumi perkemahan.” Puluhan anak SMA “berserakan” di mana-mana, menunggu pendaftaran. Banyak yang membawa laptop, memanfaatkan fasilitas wi-fi yang tersedia di Graha Pena.

“Bener-bener kayak berkemah ya. Aku aja kaget kok. Ternyata ramai banget! Aku jadi semangat, rasa kantuk langsung hilang,” ujar Febrius Liestyo, pemain SMA Santa Agnes yang ikut main kartu bareng anak-anak SMAN 15.

Pendaftaran Honda DBL 2009 seri Jawa Timur ini dibuka sampai 16 Mei nanti. Bukan hanya di Surabaya (wilayah North), juga di Malang (South). Di Malang, memang tidak ada yang sampai menginap. Tapi, kemarin pagi pukul 05.30 WIB, sudah ada tim yang antre mendaftar di kantor Radar Malang (Jawa Pos Group). Sekitar pukul 18.00 WIB, belasan tim sudah antre menunggu tengah malam.

Dengan antusiasme sepert ini, panitia yakin 250-an jatah yang disediakan sudah akan habis hanya dalam hitungan beberapa hari. “Tahun lalu, tiga hari sudah menjaring 266 tim,” kata Puji Agus Santoso, manager basketball operation DBL Indonesia.

Rangkaian Honda DBL 2009 telah berakhir di 11 kota, di 11 provinsi. Pada Juli-Agustus nanti, kompetisi ini diselenggarakan di Surabaya dan Malang (seri Jawa Timur), plus di Pontianak, Banjarmasin, dan Samarinda.
“Ketika kompetisi nanti berakhir, kami memprediksi total timnya mencapai angka 800-an, dengan total peserta sekitar 20 ribu orang,” pungkas Azrul Ananda.

Formulir Peserta Sekarang ON-LINE

16 April 2009



Kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2009, tidak lama lagi pulang ke kandang. Pendaftaran seri Jawa Timur, yang diselenggarakan di Surabaya (North) dan Malang (South), sudah dibuka mulai 4 Mei mendatang. Mulai hari ini, segala formulir, regulasi, dan persyaratan pendaftaran sudah bisa di-download di situs resmi Honda DBL 2009, www.deteksibasketball.com.

”Kunjungi situs itu, lalu masuk menu 2009 Season. Di menu itu bisa dipilih beberapa kategori yang ingin di-download. Setelah melengkapi persyaratan, peserta lalu harus mengumpulkan formulir mulai 4 Mei nanti dalam format file (softcopy, Red) dan cetak,” jelas Masany Audri, general manager DBL Indonesia.

Masany menjelaskan, cara pendaftaran baru ini dibuat karena peserta di Jawa Timur memang terbanyak. Tahun lalu, jumlah pendaftar mencapai 283 tim, kemudian yang diterima 266.

Mengenai jumlah peserta itu, tahun ini panitia akan lebih membatasi. Azrul Ananda, commissioner DBL, mengatakan pembatasan itu tidak terelakkan. Alasan utamanya, waktu yang tidak memadai. Bulan puasa tahun ini lebih maju, dimulai sekitar 20 Agustus. Kemudian, kompetisi ini juga harus diakhiri dengan even resmi NBA, Indonesia Development Camp 2009, yang memakan waktu beberapa hari.

Dalam even itu, seorang pemain dan dua asisten pelatih NBA akan hadir di DBL Arena, memberi materi latihan kepada para pemain pilihan Honda DBL 2009 dari berbagai penjuru Indonesia. “Kami pun menunda Indonesia Development Camp itu sejauh mungkin, hingga hanya beberapa hari sebelum puasa. Lalu, kompetisi SMP yang biasanya diselenggarakan di sela-sela SMA pada Juli-Agustus, kini dimundurkan sampai Oktober,” jelas Azrul.

Supaya tidak ada kebingungan, panitia pun menerapkan sistem undangan untuk Honda DBL 2009. Jadi, tim yang ingin mendaftar harus menyertakan surat undangan resmi dari DBL Indonesia. “Bagi sekolah yang belum mendapat kiriman undangan, bisa mengajukan diri pada tim DBL Indonesia. Setelah itu akan di-review oleh departemen basketball operation kami, apakah tim itu bisa diterima atau tidak,” papar Azrul.

Puji Agus Santoso, salah satu manager basketball operation DBL Indonesia, menerangkan ada beberapa kriteria yang akan dipertimbangkan. “Prestasi pada DBL tahun-tahun sebelumnya merupakan salah satu pertimbangan utama,” ujarnya. Saat ini, sudah banyak calon peserta yang menunggu kabar pendaftaran ini. Telepon di kantor DBL Indonesia di DBL Arena maupun Mabes DetEksi Jawa Pos di Graha Pena terus berdering. Rata-rata sudah “panas” mengetahui kehebohan Honda DBL 2009 di kota-kota lain.

SMA Petra 5 Surabaya, yang tahun lalu “sukses” jadi pendaftar pertama setelah “camping” 24 jam di Graha Pena, mengaku ingin menjadi yang pertama lagi tahun ini. “Tapi kami masih mempersiapkan teknisnya biar lebih matang,” ungkap Yonardi Sasmito Nugroho, salah satu pemain Petra 5. Rupanya, Yonardi benar-benar tak sabar menanti Honda DBL 2009 di Jawa Timur. ”Aku jadi pengin menunjukkan kalau Surabaya, tempat lahirnya DBL, juga bisa heboh. Nggak kalah kok dengan daerah lain. Pokoknya, tunggu kejutan rahasia dari kami,” ujarnya.

Sementara itu, bukan hanya jadwal yang berubah pada seri SMP. Mulai tahun ini, ada perubahan nama pada seri yang dimulai pada 2005 tersebut. “Mulai tahun ini, seri SMP akan dikenal dengan sebutan Honda DBL Junior,” ungkap Azrul Ananda.

Panitia menjelaskan, pendaftaran SMP masih sama dengan SMA. Hari ini mulai download, lalu mendaftar mulai 4 Mei. Namun, technical meeting dan drawing-nya menyusul setelah seri SMA berakhir. Pada saat Honda DBL 2009 SMA berlangsung di Jawa Timur, pada Juli-Agustus nanti kompetisi ini juga diselenggarakan di tiga kota di Kalimantan. Yaitu Banjarmasin, Pontianak, dan Samarinda.

Rebutan jajal jadi champion saat gladi bersih

10 Maret 2009



Predikat nomor satu di mana-mana selalu jadi rebutan. Kecap aja, selalu menahbiskan diri jadi yang nomor satu. Nggak ada kan, kecap yang menyebut dirinya nomor dua? He he he.

Dalam Honda DBL, logika ala predikat nomor satu itu juga berlaku. Predikat champion adalah hal yang paling diidamkan setiap tim. Termasuk, bagi tim-tim peserta Honda DBL Riau Pos 2009 yang hari ini bakal memasuki partai final.

Hari ini, SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Cendana, Pekanbaru, bakal memperebutkan gelar champion putra. Sedangkan gelar champion putri Honda DBL Riau Pos 2009 akan diperebutkan oleh juara bertahan, SMAN 11 Pekanbaru, dan SMA Santa Maria, Pekanbaru.

Aroma pertarungan itu rupanya sudah terasa bahkan sebelum partai final digelar. Tepatnya, saat para finalis menjalani geladi bersih prosesi final, kemarin (6/3). Meskipun masih latihan, para finalis sama-sama tidak mau mengalah. Bahkan, sekalipun masih berpura-pura menjadi champion untuk geladi bersih penyerahan hadiah.

Kejadian lucu itu terjadi ketika geladi bersih penobatan champion putra. Seharusnya, tim yang berperan sebagai runner-up maju duluan ke tengah lapangan, berpura-pura menerima medali dan prize board runner-up. Setelah itu, baru tim champion yang maju untuk simulasi menerima trofi dan medali.

Sebelum geladi bersih juara, panitia bertanya kepada tim putra SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Cendana, siapa yang mau memperagakan jadi champion, dan siapa yang mau jadi runner-up. Para pemain SMAN 1 langsung mengacungkan tangan, ingin memperagakan jadi champion.

Pemain SMA Cendana tak mau kalah. Mereka juga meminta pada panitia agar boleh memperagakan jadi champion. ”Kami kan juga mau ngerasain enaknya jadi champion walaupun cuma sebentar,” ujar Muhammad Fauzie Putra, salah seorang pemain SMA Cendana.

Keengganan kedua tim itu untuk berperan jadi runner-up ternyata punya alasan. ”Biasanya kan ngaruh sama pertandingan. Kan ibaratnya sugesti menang, gitu. Biar nanti waktu final menang beneran, ha ha,” ujar kapten tim SMAN 1, Troy Arisel, sambil bercanda.

Alhasil, panitia pun kebingungan, karena tidak ada yang mau memperagakan runner-up. Akhirnya, Elfira Ahsanti Mahda, Manager Event and Entertainment DBL Indonesia, turun tangan. ”Biar adil, kedua tim dapet jatah memperagakan jadi juara dan runner-up. Semuanya harus bergantian.” tegasnya.

Untungnya kedua tim tadi mau mengalah. Mereka sepakat untuk tampil bergantian. Akhirnya SMAN 1 maju sebagai champion duluan, dan SMA Cendana jadi runner-up. Baru setelah itu mereka tukar tempat.

Final Honda DBL Riau Pos 2009 hari ini tampaknya memang bakal jadi hari yang benar-benar heboh. Masing-masing tim sudah bersiap memboyong suporter sebanyak-banyaknya ke Hall A Sports Center Rumbai, Pekanbaru.

Kesiapan mengerahkan dukungan secara maksimal diutarakan oleh para pendukung tim putri SMA Santa Maria, Pekanbaru. “Kami bakal ngerahin siswa satu sekolah. Kami tetap mau dandan Laskar Pelangi (memakai pakaian tie dye, Red). Tapi bakal kami tambahin sama topeng buatan siswa sendiri. Tangan kami juga dicat supaya tambah colorfull,” ujar William Handoko, koordinator suporter SMA Santa Maria, Pekanbaru.

Seperti apa serunya babak final Honda DBL Riau Pos 2009? Datang saja sendiri ke Hall A Sports Center Rumbai, Pekanbaru, mulai pukul 14.00. Buat tim-tim yang hari ini bertanding, semangat ya!

Yel-Yel Hibur Penonton kala Pertandingan Berat Sebelah

06 Maret 2009



Jangan sepelekan peran tim yel-yel di Honda DBL. Mereka tak hanya bertugas menyemangati pemain yang sedang bertanding di lapangan. Tetapi, mereka juga punya andil ”membakar” suporter untuk terus bersorak, menyuguhkan hiburan, serta menjadikan pertandingan makin semarak.

Itulah yang kemarin tampak di Hall A Sport Center Rumbai Pekanbaru, tempat berlangsungnya kompetisi Honda DBL Riau Pos 2009 yang sudah memasuki babak Fantastic Four. Ketika itu, yang sedang bertanding di lapangan adalah tim putri SMA Kalam Kudus Pekanbaru berhadapan dengan SMA Santa Maria Pekanbaru.

Kedua tim sama-sama ngotot bertarung. Sama-sama menyuguhkan penampilan terbaiknya. Tetapi, keunggulan skill yang dimiliki pemain-pemain SMA Santa Maria Pekanbaru membuat timnya leading jauh, 37-2 di akhir kuarter kedua.

Padahal, ketika mengawali pertandingan, barisan pendukung setia SMA Santa Maria Pekanbaru belum tampak mengisi tribun. Praktis, dukungan buat mereka hanya berasal dari angota tim yel-yel yang tak lelah men-support dari pinggir lapangan.

Rupanya, rombongan suporter SMA Santa Maria terjebak macet, sehingga baru sampai di stadion ketika pertandingan memasuki kuarter ketiga. Mereka dipimpin oleh Dewit, pelatih tim putra SMA Santa Maria. Karena tim putra sekolahnya sudah kalah, mereka mengoptimalkan dukungan untuk tim putri. Termasuk, sang pelatih yang alih fungsi jadi koordinator suporter.

Di bawah komandonya, ratusan suporter itu terus bersorak. ”Hitung-hitung, pemanasan untuk final. Besok kami akan datang membawa drum. Mungkin juga spanduk dukungan dan lain-lain. Intinya kami ingin memberikan dukungan semeriah mungkin,” kata Dewit yang sudah yakin timnya bakal melenggang ke final meski saat itu pertandingan belum berakhir.

Memang, saat itu tim putri SMA Santa Maria Pekanbaru sudah unggul jauh. Pertandingan pun menjadi berat sebelah dan tak ada lagi kejar mengejar skor yang seru. Tapi, suasana Hall A Sport Center Rumbai bukannya jadi lesu. Meski pertandingan bisa dibilang timpang, penonton tetap mendapatkan suguhan menarik. Yaitu, atraksi tim yel-yel dari pinggir lapangan.

Terlebih, di kuarter terakhir, panitia memutar lagu-lagu yang up-beat. Naluri pemandu sorak mereka pun muncul. Diawali tim yel-yel SMA Santa Maria Pekanbaru yang unjuk kebolehan menyusun piramid, tim yel-yel SMA Kalam Kudus pun tak mau kalah. Mereka ikut membentuk piramid tandingan.

”Lalu kami beralih ke gerakan breakdance, mereka (yel-yel SMA Kalam Kudus Pekanbaru, Red) juga buat gerakan serupa. Akhirnya, jadilah kami battle di pinggir lapangan. Seru sih. Biar penonton nggak bosan,” ungkap Widya Sartika, anggota tim yel-yel SMA Santa Maria Pekanbaru.

Aksi mereka memang langsung dapat tepukan riuh dari penonton yang memenuhi tribun. Meski pertandingan timpang, ter-cover oleh kelincahan tim yel-yel menghibur penonton.

Berkat dukungan yang luar biasa dari suporter dan tim yel-yel, tim putri SMA Santa Maria Pekanbaru berhasil mengakhiri pertandingan dengan skor 73-11. Sama dengan tim basket dan suporter, tim yel-yel SMA Santa Maria Pekanbaru juga berjanji akan tampil all out saat final. ”Pokoknya kalau panitia muterin lagu-lagu yang nge-beat lagi, kami bakal tampil lebih gila dari hari ini,” janji Widya.

Kaget, DBL Bisa Heboh di Pekanbaru

01 Maret 2009



Popularitas Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2009, tampaknya juga melonjak di Pekanbaru, Riau. Tahun lalu, total penonton di kota tersebut termasuk paling rendah. Tapi, melihat besarnya jumlah penonton dalam pembukaan kemarin, tanda-tandanya jumlah penonton tahun ini bisa berlipat ganda.

Kemarin, hampir 3.000 penonton berbondong-bondong datang ke Hall A Rumbai, tempat berlangsungnya pertandingan. Tahun lalu, dalam tujuh hari kompetisi, jumlah penonton tak sampai 8.000 orang. Sepertiga lebih jumlah itu sudah tercapai hanya dalam satu hari kemarin.

Sebelum dimulainya Honda DBL Riau Pos 2009 ini, memang sempat banyak pihak yang meragukan kehebohan even ini. Salah satu penyebab utama: Jauhnya Hall A Rumbai dari pusat kota. Bukan hanya itu, Hall A merupakan salah satu gedung basket terbesar di Indonesia, dengan kapasitas mencapai 10 ribu penonton. Sangat sulit untuk membuat suasana di dalamnya heboh.
“Tapi kami tetap ingin konsisten menyelenggarakan even ini di Rumbai. Sebab, hanya gedung ini yang memenuhi standar penyelenggaraan DBL di Pekanbaru. Kami tidak mungkin pindah ke lapangan outdoor,” kata Masany Audri, general manager DBL Indonesia.

Makanya, ketika pembukaan kemarin heboh, semua pihak jadi terkejut. Mulai dari DBL, Riau Pos sebagai panitia lokal, para partner pendukung, juga para wasit dan penonton sendiri.

“Semula saya ragu penonton tak akan banyak karena Rumbai ada di pinggiran kota. Tapi saya terkejut penontonnya luar biasa. Ini even terbesar yang pernah ada di Riau,” kata Yafri Yahya, wasit senior Pengprov Perbasi Riau.

Andai diselenggarakan di tengah kota, Yafri yakin penonton di Riau bisa mengalahkan kota-kota lain Honda DBL 2009. “DBL ini ajang untuk mematangkan wasit dan melahirkan bibit basket di Riau. Gairah basket di Riau kini luar biasa,” tandasnya.

“Salut untuk DBL. Coba kalau diselenggarakan di tengah kota, pasti even ini seperti gula dikerubungi semut,” timpal Saat, 58, seorang penonton umum.

Tentu saja, even ini tidak bisa langsung sukses begitu saja. Meski sudah dikenal publik Pekanbaru setelah even perdana tahun lalu, masih ada upaya-upaya sosialisasi lanjutan.
Sebelum Honda DBL Riau Pos dimulai, sudah ada kompetisi “pemanasan” di lima wilayah di Riau. Road To DBL 2009, sebutan even yang diselenggarakan Oktober 2008 hingga Januari 2009 itu, merupakan inisiatif dari PT Capella Dinamik Nusantara, main dealer Honda di Riau, dan Riau Pos.

“Saya sangat puas. Jauh lebih meriah dari tahun lalu. Mulai dari antusias peserta sampai penonton peningkatannya signifikan,” kata Johan, pimpinan Capella.

Tahun lalu, 33 tim mengikuti Honda DBL di Pekanbaru. Tahun ini, jumlah peserta melonjak jadi 44 tim. Pada hari pertama kemarin, empat pertandingan diselenggarakan. Dibuka dengan duel tim putri SMAN 11 Pekanbaru, juara bertahan, melawan SMAN 5 Pekanbaru. Tim SMAN 11 masih melaju, menang telak 28-1.

Dinda Fristy, mantan pemain SMAN 11 tahun lalu yang sekarang jadi suporter, mengaku sangat senang dengan laga pertama ini. “Pembukaan wow keren. Saya kaget adik-adik tadi sempat nervous. Tapi akhirnya menang juga. Thank’s DBL. Semoga di hari-hari berikutnya tidak kalah meriah dengan pembukaan,” ucap Dinda.Honda DBL Riau Pos ini berlangsung hingga 7 Maret mendatang.

Sambil menunggu kompetisi di Pekanbaru, pemecahan rekor penonton bisa terjadi hari ini di final Manado. Hanya dengan 1.700 penonton, maka total penonton Honda DBL Manado Post 2009 bisa menyalip Honda DBL Sumatera Ekspres 2009 di Palembang, yang berakhir 22 Februari lalu.

Gedung Terburuk, Suporter Terbanyak



Salut buat penggemar basket di Kota Manado dan Provinsi Sulawesi Utara. Meski mungkin memiliki gedung terburuk di Indonesia, jumlah penonton mampu memecahkan rekor terbanyak.

Kemarin, hampir 3.000 penonton bergantian memadati Hall B W.R. Mongisidi KONI Manado, menyaksikan final Honda DetEksi Basketball League (DBL) Manado Post 2009. Yang dimaksud padat itu benar-benar padat, mengisi semua celah tangga dan pintu masuk di dalam gedung!

Berarti, selama delapan hari pertandingan sejak 20 Februari lalu, total penonton menembus 21 ribu orang. Sedikit lebih banyak dari total penonton Honda DBL 2009 di Palembang, yang mencapai 20.309 orang.

"Sejak DBL mengembangkan diri ke berbagai wilayah di Indonesia pada 2008 lalu, jumlah di Manado ini jadi yang terbanyak. Hanya Surabaya, tempat DBL berpusat, yang memiliki penonton lebih besar,” kata Azrul Ananda, commissioner DBL.

Azrul menjelaskan, tahun lalu, lebih dari 100 ribu orang menyaksikan Honda DBL 2008 di Jawa Timur, dalam 28 hari pertandingan. Kemarin, ribuan penonton sudah berbondong-bondong datang ke gedung pertandingan. Kebanyakan suporter SMA Eben Haezar Manado, yang meloloskan tim putra dan putrinya ke final. Satu setengah jam sebelum tipoff, para pendukung “Benzar” sudah memenuhi salah satu sisi tribun Hall B W.R. Mongisidi.

Karena kapasitas gedung tak sampai 1.500 orang, maka banyak sekali penonton yang harus rela menunggu di luar gedung. Bila suporter Benzar “menetap” di dalam gedung, maka dua lawan mereka harus bergantian mengisi sisi tribun yang lain. Pertama pendukung tim putri SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon, lalu pendukung tim putra SMA Katolik Theodorus Kotamobagu.

Ratusan –mungkin sampai 500 orang-- penonton datang berombongan dari Kotamobagu. Dari sekolah saja 150 orang. Padahal, jaraknya bisa lebih dari tiga jam perjalanan darat dari Manado!

“Kami berangkat dari Kotamobagu pukul 8 pagi tadi. Dari anak SMP dan SMA Yayasan Katolik Theodorus ada 150 orang, dapat izin khusus untuk jadi suporter,” ungkap Suster Dionisia, kepala sekolah SMA Katolik Theodorus Kotamobagu. “Sejak tahun lalu, tim dan guru sudah mengumpulkan dana untuk mengirim tim ke Manado. Basket memang sudah jadi agenda rutin sekolah kami,” tambahnya.

Upaya Kotamobagu ini tidak sia-sia. Tim putranya menjadi juara, menang 63 - 50. Tapi ribuan penonton Eben Haezar juga tidak kecewa. Tim putrinya mampu mempertahankan gelar dan menang 21-12.

Sebagai hadiah tambahan, pemain putra Eben Haezar, Marc Shaloom Laoh, terpilih sebagai Honda Most Valuable Player (MVP). Pendukung mereka juga mendapat penghargaan bergengsi, Supporter Award.

Menurut Elvi Sugiarto, kepala sekolah Eben Haezar, hasil ini merupakan buah persiapan panjang. Dia mengaku sudah menyiapkan tim ini sejak Honda DBL tahun lalu berakhir.

“Sejak tahun lalu, kami rutin menggelar seleksi untuk persiapan DBL. Khusus suporter pun kami sudah menyiapkan sejak tahun lalu. Harapan kami, ajang ini juga mengangkat gengsi sekolah kami,” ucapnya. Dengan hebohnya Honda DBL Manado Post 2009 ini, seharusnya masa depan basket di Manado bisa tumbuh pesat. Tapi, mengenai ini, panitia menahan ekspektasi.

"Antusiasme peserta dan penonton memang hebat, tapi tidak ditunjang dengan gedung yang memadai. Tidak ada gedung lain yang lebih besar di Manado. Kalau terus pakai gedung ini, maka jumlah penonton sudah maksimal. Apalagi kondisi lapangan dan fasilitas penunjangnya juga di bawah standar,” papar Azrul. “Masalahnya, tidak ada gedung lain di Manado yang layak,” tambahnya.

Suhendro Boroma, wakil direktur dan pemimpin redaksi Manado Post, menceritakan bahwa pihaknya harus merenovasi Hall B W.R. Mongisidi ini setiap menjelang Honda DBL. Tahun lalu mengecat gedung, tahun ini memperbaiki lapangan kayu dan atap yang jebol kena badai. “Sudah ada lima gubernur sejak gedung ini dibangun,” tukasnya.

Andai Manado punya gedung lebih baik, lanjut Azrul, maka kota ini berpeluang menjadi kota utama basket di Pulau Sulawesi. “Penonton di sini juga sangat menyenangkan. Tertib, tak pernah lelah bersorak dan menyanyi. Sayang, mereka harus melakukan itu di gedung yang mungkin terburuk di Indonesia,” pungkasnya.


Honda DBL Manado Post 2009
20-28 Februari 2009

Champion:
Putra – SMA Theodorus Kotamobagu
Putri – SMA Eben Haezar Manado

League DBL First Team
(Ke Surabaya berlatih dengan NBA)

Putra
Marsellino Hertowi (SMAN 1 Manado)
Andy Wijaya (SMA Theodorus Kotamobagu)
Marc Shaloom Laoh (SMA Eben Haezar Manado)
Robert Purnomo A. (SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon)
Reynaldi C.H. Tarroreh (SMAN 1 Manado)

Coach: Octavianus Sanda (SMAN 2 Bitung)

Putri
Jessica Jeannete Lenzun (SMAN 1 Manado)
Indri Lumenpouw (SMA Eben Haezar Manado)
Chelya Mandak (SMA Eben Haezar Manado)
Astrid Pakaya (SMAN 1 Manado)
Olivia Agatha M. (SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon)

Coach: Ronald L.Y. Lengkong (SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon)

Honda Most Valuable Player
Putra – Marc Shaloom Laoh (SMA Eben Haezar Manado)
Putri – Astrid Pakaya (SMAN 1 Manado)